Newestindonesia.co.id, Tragedi memilukan terjadi di Kabupaten Boalemo, Gorontalo, setelah seorang siswi sekolah dasar (SD) berusia 13 tahun ditemukan tewas dalam dugaan kasus kekerasan seksual yang berujung pada pembunuhan. Korban dilaporkan berupaya mempertahankan diri saat pelaku hendak memperkosanya, tetapi justru dianiaya hingga tewas.
Peristiwa ini terungkap pada Minggu (15/2/2026) ketika mayat korban ditemukan mengapung di pantai Desa Bubaa, Kecamatan Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo oleh warga setempat. Sebelumnya, keluarga telah melaporkan korban hilang setelah tidak kunjung pulang.
Identitas Pelaku dan Modus Kejahatan
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Gorontalo, Kombes Teddy Rachesna, menyatakan bahwa pelaku berinisial RP (19), warga Kota Gorontalo, berhasil ditangkap oleh aparat. Menurut Teddy, pelaku mengakui perbuatannya saat diperiksa polisi.
“Terduga pelaku berinisial RP (19), yang merupakan warga Kota Gorontalo,” ujar Teddy dalam keterangan resmi kepada media, Rabu (18/2/2026).
“Motif sementara diketahui karena pelaku berniat melakukan persetubuhan terhadap korban. Namun korban menolak sehingga pelaku melakukan tindakan kekerasan.”
Setelah aksi kekerasan itu terjadi, pelaku kemudian membuang mayat korban di pantai sebelum akhirnya melarikan diri, tetapi berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian tak berselang lama.
Proses Penyidikan dan Penanganan Kasus
Tim dari Ditreskrimum Polda Gorontalo langsung melakukan rekonstruksi awal di lokasi kejadian (TKP) dengan tujuan memperjelas rangkaian peristiwa. Pelaku kini ditahan di Mapolres Boalemo untuk proses hukum lebih lanjut.
Dalam keterangannya, Teddy juga memastikan bahwa penyidikan akan terus dikembangkan guna melengkapi alat bukti dan berkas perkara, serta memastikan proses penegakan hukum berjalan secara profesional dan tuntas.
“Kami memastikan penanganan perkara ini dilakukan secara serius dan menyeluruh. Proses penyidikan akan terus dikembangkan untuk melengkapi alat bukti dan berkas perkara,” tambah Teddy.
Respons Publik dan Kekhawatiran Masyarakat
Kasus ini memicu keprihatinan luas di masyarakat, khususnya terkait isu keamanan anak dan perlindungan terhadap kekerasan seksual. Banyak pihak menilai bahwa tragedi ini seharusnya menjadi peringatan bagi orang tua, sekolah, dan otoritas setempat untuk lebih serius dalam menerapkan langkah pencegahan, edukasi, serta sistem pengawasan di lingkungan anak.
Hingga saat ini, aparat kepolisian terus melakukan penyelidikan untuk mencari fakta tambahan, termasuk kemungkinan keterlibatan pelaku lainnya maupun unsur jaringan yang lebih luas.
Perkembangan Selanjutnya
Publik diharapkan mengikuti perkembangan kasus ini melalui rilis resmi dari pihak kepolisian atau berita media yang kredibel, mengingat dinamika penyelidikan dapat berubah seiring bukti baru yang terungkap.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login