Newestindonesia.co.id – Tabanan, Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke salah satu ikon pariwisata Bali, Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, kembali menjadi faktor penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bali sepanjang tahun 2025 berhasil menembus angka Rp19,75 triliun, didorong oleh sektor pariwisata dan kontribusi signifikan dari wisatawan asing di destinasi strategis tersebut.
Data yang dirilis Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Bali menunjukkan, total PAD dari 10 pemerintah kabupaten/kota dan provinsi di Bali pada 2025 tercatat tumbuh 7,87 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp16,33 triliun. Peningkatan ini terutama berasal dari penerimaan pajak yang berkaitan dengan aktivitas pariwisata.
Kontribusi Wisatawan Mancanegara di Tanah Lot
Wisatawan asing yang berkunjung ke Tanah Lot tercatat mengalami peran penting dalam peningkatan penerimaan destinasi. Sepanjang 2025, destinasi ini mencatat kunjungan lebih dari 1,4 juta wisatawan.
Walaupun jumlah ini sedikit menurun dibandingkan 2024 (sekitar 1,7 juta), mayoritas kunjungan berasal dari wisatawan luar negeri, sehingga berdampak positif pada pendapatan tiket masuk.
Menurut pengelola DTW Tanah Lot, wisatawan domestik masih menyumbang porsi kunjungan terbesar (sekitar 52 persen), sementara wisatawan mancanegara (48 persen) didominasi oleh pelancong asal India, China dan Perancis. Meski volume kunjungan turun, pendapatan yang dihasilkan justru meningkat, mencapai lebih dari Rp72 miliar, melebihi target awal yang ditetapkan pengelola destinasi.
Strategi dan Tantangan Pariwisata Bali
Kepala Divisi Promosi dan Pengembangan DTW Tanah Lot, I Wayan Sanjaya Tampi, menjelaskan bahwa meskipun jumlah pengunjung mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, hal ini tetap dalam koridor wajar berdasarkan kondisi global dan pola perjalanan wisatawan.
Ia menyebut faktor eksternal seperti penghapusan program study tour di sejumlah wilayah dan framing negatif pariwisata di media sosial turut memengaruhi minat kunjungan.
“Kami melihat bahwa tren kunjungan sedikit menurun, tetapi wisatawan mancanegara tetap menunjukkan ketertarikan yang kuat terhadap Tanah Lot,” ungkap Sanjaya. Menurutnya, data kunjungan domestik dan mancanegara mencerminkan perpaduan dinamika pasar yang berbeda, namun tetap menopang performa pendapatan destinasi.
Pembangunan dan Prospek Ekonomi Bali
Kontribusi pendapatan dari kunjungan ke DTW Tanah Lot menjadi bagian dari narasi besar perkembangan pariwisata Bali sepanjang 2025. Total kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali sepanjang tahun lalu tercatat mencapai rekor tertinggi sekitar 7,05 juta orang, naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya dan bahkan melampaui angka sebelum pandemi COVID-19. Secara keseluruhan, total wisatawan mancanegara dan domestik mencapai sekitar 16,3 juta orang.
Pertumbuhan PAD Bali yang naik hampir 8 persen menggambarkan bahwa pariwisata tetap menjadi sektor unggulan penggerak ekonomi daerah, meskipun menghadapi sejumlah tantangan seperti fluktuasi kunjungan domestik. Ke depan, strategi promosi dan pengembangan destinasi seperti Tanah Lot diperkirakan akan terus dioptimalkan untuk menarik wisatawan berkualitas dan memperkuat kontribusi ekonomi Bali.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti Sekarang



You must be logged in to post a comment Login