Newestindonesia.co.id, Ratusan lampion mulai dipasang sepanjang Jalan Suprapto, Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Kalimantan Barat menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dan Cap Go Meh 2026.
Pemasangan hiasan lampion ini merupakan inisiatif dari Pengurus Yayasan Pemadam Kebakaran (Damkar) Panca Bhakti Pontianak sebagai upaya memperindah kawasan dan mempererat kebersamaan lintas etnis di kota yang dikenal sebagai Kota Khatulistiwa.
Perayaan Imlek dan puncaknya Cap Go Meh merupakan rangkaian budaya Tionghoa yang menarik perhatian warga lokal maupun wisatawan. Pada kesempatan ini, Damkar Panca Bhakti kembali menyiapkan ratusan lampion yang dipasang dengan model lorong cahaya sepanjang sekitar 60 meter di sepanjang jalan utama tersebut.
Koordinator Lampion Damkar Panca Bhakti, Jecky Tio, mengatakan bahwa pemasangan lampion telah mencapai sekitar 800 unit dan ditargetkan mencapai 1.000 lampion dalam waktu dekat. “Untuk lampion, 800 lampu sudah terpasang. Target 1000 lampion akan terpasang sepanjang 60 meter di jalan ini. Bentuknya model lorong cahaya,” ujarnya kepada detikKalimantan, Minggu (25/1/2026).
Tradisi yang Menguatkan Nilai Budaya dan Toleransi
Menurut Jecky, kegiatan ini sudah dilakukan secara rutin setiap menjelang Imlek dan Cap Go Meh. Inisiatif awalnya bermula pada masa pandemi COVID-19, ketika arak-arakan naga dan atraksi budaya lainnya dilarang. Lampion pun menjadi alternatif hiasan visual yang menarik dan tetap bernilai budaya.
“Sudah tujuh tahun kita hias jalan ini. Ini sejak zaman Covid-19 waktu itu tidak boleh ada arak-arakan naga, makanya kita hias saja jalan di depan markas damkar. Ini jadi spot foto, ramai yang ke sini, dari luar Pontianak juga ada,” jelas Jecky.
Selain sekadar memperindah kawasan, Jecky menyampaikan bahwa pemasangan lampion ini turut mendapat dukungan dari masyarakat lintas etnis. Meski sempat terjadi sedikit kemacetan lalu lintas saat pemasangan, antusiasme warga justru menunjukkan keterlibatan masyarakat yang luas.
“Tidak ada kendala yang berarti. Banyak yang suka dan mendukung. Justru nanti yang foto di sini membaur dari berbagai kalangan, tidak hanya masyarakat Tionghoa saja,” tambah Jecky.
Imlek dan Cap Go Meh Bertepatan dengan Ramadhan
Momen perayaan Imlek dan Cap Go Meh tahun ini berbarengan dengan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah — sebuah peristiwa langka yang menurut Jecky justru menjadi nilai positif untuk memperkuat toleransi antarumat beragama di Pontianak.
“Momen seperti ini, mungkin puluhan tahun lagi baru bisa terjadi. Harapannya, pertemuan Imlek dan Cap Go Meh dengan Ramadhan ini bisa mengajarkan muda-mudi arti toleransi yang sesungguhnya,” ujar Jecky.
Ia pun berharap agar masyarakat Pontianak senantiasa dijauhkan dari mara bahaya, terutama bencana kebakaran yang kerap terjadi akhir-akhir ini.
“Semoga semua sehat dan rejeki selalu lancar,” harapnya.
Spot Foto Favorit dan Daya Tarik Wisata
Hiasan lampion di Jalan Suprapto kini menjadi salah satu spot foto favorit warga Pontianak dan pengunjung dari luar daerah. Gemerlap cahaya lampion di malam hari menghadirkan suasana yang berbeda dan mendukung semarak perayaan budaya ini. Selain itu, dekorasi lampion juga menambah daya tarik wisata lokal menjelang Cap Go Meh 2026.
Pontianak sendiri dikenal sebagai kota dengan keragaman budaya dan suku yang hidup berdampingan, sehingga kegiatan budaya seperti pemasangan lampion tidak hanya bernilai estetika namun juga memperkuat nilai kebersamaan dalam keberagaman.
(DAW)




You must be logged in to post a comment Login