Newestindonesia.co.id, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten kembali mempercepat proses normalisasi Sungai Cirarab sebagai langkah strategis mengantisipasi banjir di wilayah Kabupaten dan Kota Tangerang. Proyek ini ditargetkan selesai pada akhir Maret 2026, dengan pengerjaan di hampir lima kilometer wilayah sungai yang akan diperluas dan dikeruk.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, Arlan Marzan, menjelaskan bahwa normalisasi dimaksud merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi lintas instansi pada 26 Januari 2026 lalu, yang kemudian ditindaklanjuti pembagian segmen pekerjaan pada 3 Februari 2026.
“Kemarin koordinasi di BBWSCC (Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane), kita targetkan akhir Maret selesai. Saat ini kondisi hujan mulai mereda, jadi bisa lebih cepat,” ujar Arlan Marzan, Selasa (24/2/2026).
Menurut Arlan, pengerjaan normalisasi akan dibagi dalam beberapa segmen, antara lain:
- 700 meter di bawah tanggung jawab Pemprov Banten
- 550 meter dikerjakan oleh Pemkot Tangerang
- 1,2 kilometer oleh BBWS Ciliwung Cisadane
- 2,4 kilometer oleh Pemkab Tangerang
Total panjang yang akan dikerjakan mencapai hampir 5 kilometer di sepanjang Sungai Cirarab.
Penertiban Bangunan di Bantaran
Selain pengerukan dan pelebaran sungai, terdapat sekitar 700 meter bantaran sungai yang saat ini menampung bangunan warga yang menjadi hambatan aliran air. Arlan menyebut bahwa pihak Pemerintah Kabupaten Tangerang telah melakukan sosialisasi penertiban rumah penduduk kepada warga terdampak.
“Tapi kemarin juga bersama warga alhamdulillah kondusif, dan bupati langsung menyosialisasikan. Setelah Lebaran akan mulai dilaksanakan,” terang Arlan.
Dukungan Gubernur
Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa penanganan banjir tidak dapat diselesaikan oleh satu instansi saja, mengingat Sungai Cirarab sering menyebabkan genangan di kawasan hilir Kabupaten dan Kota Tangerang.
“Sungai itu sebenarnya aset negara dan menjadi tanggung jawab kita semua. Walaupun secara administrasi memang oleh Balai (BBWSCC), namun melihat kondisi yang ada, kita harus mendukung balai agar dampaknya positif bagi masyarakat Banten,” ujar Andra Soni.
Upaya Penanggulangan Banjir yang Lebih Luas
Langkah normalisasi ini juga sejalan dengan peningkatan operasional Bendung Sarakan di wilayah hilir Tangerang. Menurut laporan lain, bendung yang diperbaiki menggunakan sistem hidrolik diharapkan dapat membantu mengatur debit air lebih efektif untuk meminimalkan potensi banjir jika hujan kembali turun.
Pemprov Banten bersama Pemkot dan Pemkab setempat berharap bahwa kombinasi normalisasi sungai serta penertiban bangunan di bantaran akan menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi risiko banjir berulang di kawasan Tangerang Raya.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login