Newestindonesia.co.id, Surabaya merupakan salah satu kota tertua dan terpenting di Indonesia. Kota yang kini dikenal sebagai Kota Pahlawan ini memiliki perjalanan sejarah panjang, mulai dari era kerajaan Nusantara, masa kolonial, hingga perannya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Asal Usul Nama Surabaya
Nama Surabaya diyakini berasal dari legenda pertarungan antara Sura (ikan hiu) dan Baya (buaya). Pertarungan tersebut melambangkan keberanian dan kekuatan. Namun, secara historis, istilah Surabaya juga ditafsirkan sebagai “sura ing baya” yang berarti berani menghadapi bahaya, sebuah filosofi yang melekat hingga kini.
Surabaya pada Masa Kerajaan
Catatan tertua tentang Surabaya ditemukan dalam Prasasti Trowulan I (1358 M), pada masa Kerajaan Majapahit. Saat itu, Surabaya dikenal sebagai kawasan pelabuhan penting di sepanjang Sungai Brantas dan Kalimas, berperan sebagai pusat perdagangan dan lalu lintas sungai yang strategis.
Surabaya juga pernah menjadi bagian penting dalam kekuasaan Raden Wijaya, pendiri Majapahit, sebelum akhirnya berkembang menjadi wilayah mandiri dengan aktivitas ekonomi yang kuat.
Perkembangan Islam di Surabaya
Pada abad ke-15, Surabaya menjadi salah satu pusat penyebaran Islam di Jawa Timur. Tokoh penting dalam fase ini adalah Sunan Ampel, yang mendirikan pusat dakwah Islam di kawasan Ampel. Sejak saat itu, Surabaya berkembang sebagai kota multikultural dengan pengaruh Islam, Jawa, Arab, dan Tionghoa.
Masa Kolonial Belanda
Memasuki abad ke-17, Surabaya berada di bawah kendali VOC dan kemudian pemerintah kolonial Belanda. Kota ini tumbuh pesat sebagai pusat perdagangan, pelabuhan, dan industri di wilayah timur Jawa. Infrastruktur penting seperti pelabuhan, jalur kereta api, dan kawasan niaga mulai dibangun, menjadikan Surabaya sebagai kota metropolitan kolonial.




You must be logged in to post a comment Login