Newestindonesia.co.id, Hari Raya Siwaratri merupakan salah satu hari suci penting bagi umat Hindu di Bali. Siwaratri berasal dari bahasa Sanskerta, yakni Siwa yang berarti Tuhan Siwa dan Ratri yang berarti malam.
Secara harfiah, Siwaratri dimaknai sebagai “malam suci pemujaan terhadap Dewa Siwa”, yang diperingati sebagai waktu untuk melakukan introspeksi, pengendalian diri, serta penyucian pikiran dan jiwa.
Makna Spiritual Hari Raya Siwaratri
Bagi umat Hindu di Bali, Siwaratri memiliki makna yang sangat mendalam. Hari suci ini menjadi momentum untuk merenungkan segala perbuatan yang telah dilakukan, baik yang bersifat positif maupun negatif.
Melalui perenungan tersebut, umat diharapkan mampu menyadari kesalahan, menumbuhkan kesadaran spiritual, serta memperbaiki diri ke arah yang lebih baik.
Siwaratri juga dipercaya sebagai malam penghapusan dosa. Dengan melaksanakan tapa, brata, dan yoga, umat Hindu memohon anugerah Dewa Siwa agar diberikan kekuatan batin, kebijaksanaan, serta jalan menuju kebebasan rohani (moksa).
Pelaksanaan Siwaratri di Bali
Di Bali, perayaan Siwaratri dilaksanakan dengan penuh kekhusyukan. Umat Hindu melakukan persembahyangan di pura-pura, baik pura keluarga, pura desa, maupun pura kahyangan. Persembahyangan biasanya dilakukan pada malam hari hingga keesokan paginya.
Selain sembahyang, terdapat tiga bentuk brata yang umum dilakukan saat Siwaratri, yaitu:
- Upawasa, menahan diri dari makan dan minum.
- Monabrata, menahan diri untuk tidak berbicara.
- Jagratabrata, tidak tidur sepanjang malam.
Ketiga brata tersebut bertujuan untuk melatih pengendalian diri serta meningkatkan konsentrasi spiritual.
Siwaratri sebagai Momentum Introspeksi Diri
Makna Hari Raya Siwaratri di Bali tidak hanya bersifat ritual semata, tetapi juga sarat nilai moral dan spiritual. Siwaratri mengajarkan pentingnya kesadaran diri, kejujuran terhadap hati nurani, serta pengendalian hawa nafsu dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai-nilai tersebut relevan bagi kehidupan modern, di mana manusia sering kali larut dalam kesibukan duniawi. Melalui Siwaratri, umat diajak untuk sejenak berhenti, merenung, dan kembali menyelaraskan diri dengan nilai-nilai dharma.
Hari Raya Siwaratri di Bali menjadi pengingat bahwa keseimbangan hidup tidak hanya dicapai melalui pemenuhan kebutuhan materi, tetapi juga melalui kedalaman spiritual. Dengan menjalankan makna Siwaratri secara sungguh-sungguh, umat Hindu di Bali berharap dapat menjadi pribadi yang lebih bijaksana, damai, dan harmonis, baik dengan diri sendiri, sesama manusia, maupun alam semesta di Bali.
Editor: DAW




You must be logged in to post a comment Login