Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Regional

Majikan Di Makassar Diduga Perkosa Pekerja Wanita, Aksi Direkam Istri Pelaku

Foto: iStock/Tinnakorn Jorruang

Newestindonesia.co.id – Makassar, Kepolisian dan lembaga perlindungan perempuan tengah menangani kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan seorang majikan terhadap pekerja wanitanya sendiri di Kota Makassar, Sulawesi Selatan Kasus ini menjadi lebih mengejutkan karena tindakan pelaku diduga direkam oleh istrinya sendiri.

Kronologi Kejadian

Peristiwa itu menurut pendamping korban terjadi pada 1–2 Januari 2026, di kediaman pelaku yang berada di wilayah Barombong, Makassar, Sulawesi Selatan. Korban, seorang pekerja perempuan berusia 22 tahun, diduga disekap dan dipaksa melakukan hubungan badan oleh majikannya.

Pendamping korban dari Yayasan Pemerhati Masalah Perempuan (YPMP) Sulawesi Selatan, Alita Karen, menyatakan bahwa korban dipaksa melakukan hubungan seksual sebanyak dua kali di dalam kamar pelaku. Dalam peristiwa itu, pelaku dan istrinya diduga menggunakan ponsel untuk merekam saat korban dipaksa berhubungan badan.

“Korban dipaksa bersetubuh dan kemudian direkam,” ujar Alita kepada wartawan saat mendampingi korban saat melapor di Polrestabes Makassar pada Sabtu (3/1/2026) dini hari.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Rekaman Direkam dengan Cara Berbeda

Alita menjelaskan bahwa perekaman itu terjadi dalam dua cara berbeda:

  1. Rekaman tersembunyi — telepon pelaku disembunyikan di dalam lemari dalam posisi merekam saat korban dipaksa bersetubuh.
  2. Rekaman terang-terangan — di kejadian berikutnya, istri pelaku langsung merekam dengan ponselnya sendiri.

Ancaman dan Kekerasan Fisik

Korban diduga dipaksa bersetubuh di bawah ancaman kekerasan. Sebelum perekaman terjadi, korban sempat mengalami kekerasan fisik dari istri pelaku, termasuk ditampar dan dijambak rambutnya.

Setelah peristiwa tersebut, korban akhirnya dipulangkan dan kemudian membuat laporan resmi ke Polrestabes Makassar pada Sabtu (3/1/2026).

Tindakan Aparat Penegak Hukum

Hingga saat ini, polisi telah mengambil langkah penyelidikan atas laporan korban. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar sudah menerima laporan dan melakukan proses awal asesmen terhadap korban bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Makassar.

Kanit PPA Polrestabes Makassar, Iptu Arianto, belum memberikan respons resmi saat dikonfirmasi, namun kabar yang beredar menyebut salah satu terlapor telah ditahan oleh polisi.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dampak dan Respons Lembaga Perlindungan

Kepala Dinas PPPA Makassar, Ita Isdiana Anwar, mengatakan pihaknya telah mendampingi korban sejak melapor dan sedang melakukan penilaian keadaan korban secara menyeluruh agar mendapatkan perlindungan dan dukungan psikologis yang diperlukan.

Baca juga:  Wanita Penculik Anak Bernama Bilqis Ditangkap Di Jambi, Beli Rp30 Juta Dijual Lagi Rp80 Juta

Kasus tersebut menuai kecaman dari berbagai pihak karena melibatkan penyalahgunaan kekuasaan atas pekerja serta unsur perekaman sebagai alat tekanan, yang berpotensi menambah trauma bagi korban.

Editor: DAW

Advertisement. Scroll to continue reading.
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Editor Picks

Bisnis

Newestindonesia.co.id, Bank Mandiri merayakan ulang tahun ke-27 pada Kamis (2/10/2025) dengan mengusung tema Sinergi Majukan Negeri”. Perayaan ulang tahun Bank Mandiri dikemas dalam program bertajuk “HUT...

Regional

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengatakan, Mau sampai kiamat tinggal dua hari pun mafia tanah tidak akan bisa diatasi....

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Cuaca panas yang kerap melanda berbagai wilayah dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan tubuh, khususnya pada kulit. Paparan sinar matahari yang terik berpotensi memicu...

Selebriti

Newestindonesia.co.id, MSbreewc, nama asli Bree Wales Covington, lahir pada 1 Februari 2001 di Singapura (meskipun lahir di Jakarta dan besar berpindah-pindah, beberapa bio menyebut...

Advertisement