Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Regional

Longsor Tutup Akses Jalan Di Turyapada, Pemprov Bali Tegaskan Bukan Akibat Proyek Tower

Longsor yang berasal dari tebing proyek Tower Turyapada longsor menimpa rumah warga di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, Selasa (13/1/2026).(BPBD Kabupaten Buleleng. )

Newestindonesia.co.id – Bali, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa peristiwa longsor yang terjadi di kawasan Jalan Turyapada Tower, Desa Adat Amerta Sari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, tidak berkaitan dengan bangunan utama Turyapada Tower. Longsor yang terjadi pada Minggu malam (11/1) itu terjadi pada lahan miring di bawah area tower, akibat hujan deras dengan intensitas tinggi, bukan dari struktur menara itu sendiri.

Gubernur Koster menjelaskan bahwa jarak titik longsor dari bangunan tower sekitar 50 meter, namun tetap berdekatan dengan badan jalan kawasan tersebut.

“Yang longsor itu bukan bangunan. Itu lahan di bawah…,” ujar Koster saat ditemui usai Rapat Paripurna DPRD Bali di Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur, Niti Mandala, Denpasar, Rabu (14/1).

Menurut Koster, lahan yang terkena longsor termasuk dalam rencana pembebasan lahan untuk pembangunan lintasan gondola menuju Turyapada Tower. Hingga kini, proses tersebut masih dalam tahap administrasi, termasuk penyusunan dokumen dan penentuan luasan tanah yang akan dibebaskan. “Saat ini masih proses…,” tambahnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Gubernur juga menekankan bahwa aspek keamanan akan menjadi prioritas pemerintah saat konstruksi pembangunan lintasan gondola dimulai.

“Sekarang kan belum ada konstruksi… nanti kalau sudah ada konstruksi, tentu akan aman.”

Peristiwa longsor bermula ketika hujan deras mengguyur wilayah Buleleng pada Minggu sekitar pukul 20.00 WITA. Material longsoran menutup badan jalan selebar kurang lebih tiga meter dan mengenai satu unit rumah warga yang berada di bawahnya. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bali Gede Pramana menjelaskan bahwa kondisi kontur tanah di kawasan itu termasuk rawan longsor saat hujan tinggi, sehingga kawasan tersebut masuk dalam kategori zona kritis. Rumah warga yang terdampak diketahui bersifat non-permanen dengan struktur bambu dan atap seng.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Akses jalan sempat tertutup material longsor, namun berhasil dibuka kembali pada Senin (12/1) sekitar pukul 14.00 WITA dan kini sudah dapat dilalui kendaraan. Setelah evakuasi, keluarga terdampak kini kembali ke rumah orang tua mereka di Desa Lemukih.

Baca juga:  Detik-detik Wanita Lansia Tertangkap Mencuri Celana Di Pasar Tanah Abang

Pemerintah Provinsi Bali kini tengah melakukan pemulihan lahan dan kajian lanjutan, termasuk kemungkinan relokasi warga, mengingat kontur tanah di kawasan tersebut tergolong lemah dan berisiko tinggi. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada di tengah kondisi cuaca ekstrem serta tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.

Editor: DAW

Advertisement. Scroll to continue reading.
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Editor Picks

Bisnis

Newestindonesia.co.id, Bank Mandiri merayakan ulang tahun ke-27 pada Kamis (2/10/2025) dengan mengusung tema Sinergi Majukan Negeri”. Perayaan ulang tahun Bank Mandiri dikemas dalam program bertajuk “HUT...

Regional

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengatakan, Mau sampai kiamat tinggal dua hari pun mafia tanah tidak akan bisa diatasi....

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Cuaca panas yang kerap melanda berbagai wilayah dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan tubuh, khususnya pada kulit. Paparan sinar matahari yang terik berpotensi memicu...

Selebriti

Newestindonesia.co.id, MSbreewc, nama asli Bree Wales Covington, lahir pada 1 Februari 2001 di Singapura (meskipun lahir di Jakarta dan besar berpindah-pindah, beberapa bio menyebut...

Advertisement