Newestindonesia.co.id, Peristiwa longsor gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, menelan korban jiwa. Hingga saat ini, polisi memperkirakan sekitar 10 orang tertimbun material longsoran sampah yang terjadi pada Minggu (8/3/2026) sore.
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Kusumo mengatakan berdasarkan data sementara terdapat sekitar 10 orang yang diduga tertimbun dalam kejadian tersebut.
“Berdasarkan data sementara, jumlah korban diperkirakan mencapai sekitar 10 orang, terdiri dari lima sopir truk sampah dan lima warga sekitar yang beraktivitas sebagai pemulung,” ujar Kusumo dalam keterangannya, Senin (9/3/2026).
Hingga kini, proses evakuasi korban masih berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD Kota Bekasi, BPBD DKI Jakarta, Basarnas, Dinas Lingkungan Hidup, hingga relawan.
Empat Korban Dinyatakan Meninggal
Polisi mencatat sedikitnya empat orang meninggal dunia akibat tertimbun longsoran sampah di lokasi kejadian.
Korban tewas diketahui terdiri dari seorang pedagang kopi, seorang pemulung, dan dua orang sopir truk sampah.
“Korban meninggal dunia masing-masing berinisial S (60) pedagang kopi di lokasi, EW (26) pemulung, DS (22) sopir truk asal Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, dan IS (40) yang juga bekerja sebagai sopir truk,” kata Kusumo.
Selain korban meninggal dunia, dua sopir truk dilaporkan berhasil selamat dalam peristiwa tersebut.
Longsor Terjadi Minggu Sore
Peristiwa longsor dilaporkan terjadi pada Minggu (8/3) sekitar pukul 14.00 WIB di area TPST Bantargebang.
Kejadian pertama kali diketahui oleh seorang petugas yang sedang melakukan kontrol keamanan di lokasi setelah beristirahat di warung kopi.
Saksi kemudian mendengar teriakan warga yang menyebut terjadi longsor. Saat diperiksa, gunungan sampah tiba-tiba runtuh dan menutup jalan di area TPST serta menimpa warung dan beberapa truk sampah yang berada di sekitar lokasi.
Informasi tersebut kemudian disebarkan melalui jaringan komunikasi keamanan TPST sehingga petugas segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Evakuasi Gunakan Alat Berat
Anggota Polsek Bantargebang yang menerima laporan langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengecekan, pendataan korban, dan membantu proses evakuasi.
Pencarian korban dilakukan dengan bantuan alat berat berupa ekskavator guna mengangkat material longsoran sampah.
Sejumlah pejabat kepolisian juga turun langsung meninjau lokasi, termasuk Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri bersama Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono.
Keduanya memastikan proses pencarian korban dilakukan secara maksimal oleh tim gabungan yang terlibat dalam operasi penyelamatan.
Penyelidikan Masih Berlangsung
Selain fokus pada evakuasi korban, pihak kepolisian juga masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti longsor gunungan sampah tersebut.
Kerugian materi akibat kejadian ini juga masih dalam tahap pendataan oleh pihak berwenang.
Sementara itu, tim SAR dan petugas gabungan terus melakukan pencarian karena diduga masih ada korban lain yang tertimbun material sampah di area TPST Bantargebang.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login