Newestindonesia.co.id, Fakta di balik viralnya anggota polisi Aipda Vicky Aristo Katiandagho akhirnya terungkap. Sebelumnya, publik dihebohkan dengan kabar dirinya dimutasi setelah mengungkap kasus dugaan korupsi di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.
Aipda Vicky diketahui merupakan personel Polres Minahasa yang menjabat sebagai Kepala Unit Tindak Pidana Khusus Sat Reskrim. Ia disebut mengundurkan diri dari institusi Polri setelah dimutasi ke Polres Kepulauan Talaud.
Kasus ini menjadi sorotan luas setelah beredar video perpisahan yang memperlihatkan momen haru, termasuk saat dirinya bersujud mengenakan seragam dinas. Video tersebut kemudian viral di media sosial dan memicu berbagai spekulasi publik.
Dalam video itu, Aipda Vicky menyampaikan pesan emosional, salah satunya dengan kalimat, “Sekali Bhayangkara, selamanya Bhayangkara.”
Selain itu, ia juga mengaku tengah menjalani aktivitas baru dengan berjualan kopi sambil menunggu proses resmi pelepasan tugasnya dari kepolisian.
Klarifikasi Polda Sulut
Menanggapi viralnya narasi yang berkembang, pihak Polda Sulawesi Utara memberikan klarifikasi resmi. Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan, menegaskan bahwa informasi yang menyebut Aipda Vicky mundur karena kekecewaan terhadap institusi tidak benar.
Menurutnya, narasi yang beredar justru cenderung mendiskreditkan institusi Polri.
“Hasil klarifikasi menunjukkan subjek tidak terlibat dalam upaya penyebaran hoaks atau mendiskreditkan institusi,” ujar Alamsyah dikutip melalui TVOneNews.
Ia menambahkan bahwa loyalitas Aipda Vicky terhadap Polri tetap terjaga, dan tidak ada unsur kekecewaan sebagaimana yang ramai diperbincangkan publik.
“Loyalitas yang bersangkutan terhadap Polri tetap terjaga dan narasi kekecewaan yang viral tersebut terbukti tidak benar,” jelasnya.
Video Disebut Disalahgunakan
Polda Sulut juga mengungkap fakta lain terkait video perpisahan yang viral. Berdasarkan hasil klarifikasi oleh Biro Paminal Bidpropam, video tersebut dibuat secara pribadi oleh Aipda Vicky sebagai kenang-kenangan menjelang masa pensiunnya.
“Video tersebut memang dibuat secara pribadi sebagai kenang-kenangan masa dinas menjelang masa pensiunnya,” terang Alamsyah.
Dalam video asli, lanjutnya, hanya berisi ucapan terima kasih kepada institusi Polri tanpa narasi negatif.
Namun, video tersebut kemudian diduga disalahgunakan oleh pihak ketiga dengan menambahkan narasi provokatif sehingga memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Tetap Bangga Jadi Bhayangkara
Meski telah menjadi perbincangan luas, Aipda Vicky disebut tetap menunjukkan kebanggaannya terhadap institusi Polri.
“VAK justru menyatakan rasa bangganya terhadap institusi Polri dengan semboyan ‘Sekali Bhayangkara, tetap Bhayangkara’,” kata Alamsyah.
Polda Sulut menegaskan bahwa yang bersangkutan tidak terlibat dalam penyebaran hoaks dan justru menjadi korban penyalahgunaan konten oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Latar Belakang Kasus
Sebelumnya, Aipda Vicky diketahui tengah menangani kasus dugaan korupsi yang melibatkan pihak-pihak penting di Kabupaten Minahasa. Kasus tersebut menjadi perhatian publik karena berkaitan dengan program pemerintah daerah.
Di tengah proses penanganan perkara tersebut, ia kemudian dimutasi, yang akhirnya memicu berbagai spekulasi di masyarakat hingga menjadi viral di media sosial.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login