Newestindonesia.co.id, Sebuah kapal penumpang, KM Ansori, mengalami mati mesin secara mendadak di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta. Insiden tersebut terjadi di wilayah timur Pulau Lancang Kecil, Kelurahan Pulau Pari, dan sempat menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan puluhan penumpang di dalamnya.
Aparat kepolisian dari Polres Kepulauan Seribu bersama tim gabungan bergerak cepat melakukan evakuasi. Seluruh penumpang berhasil diselamatkan tanpa adanya korban jiwa.
Kapal tersebut diketahui mengangkut total 54 penumpang. KM Ansori dinakhodai oleh Mamit, dengan tiga anak buah kapal (ABK) yakni Mulyadi, Solihin, dan Wahyudin.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto membenarkan kejadian tersebut dan memastikan kondisi seluruh penumpang dalam keadaan selamat.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, seluruh penumpang selamat. Sementara kerugian materiil berupa kerusakan pada bagian polipambel kapal,” kata Budi Hermanto dalam keterangannya, Jumat (3/4/2026).
Kronologi Kejadian
Insiden bermula saat KM Ansori berangkat dari Dermaga Tradisional Rawasaban, Tangerang, menuju Pulau Pari. Namun di tengah perjalanan, kapal mengalami gangguan mesin sekitar pukul 11.30 WIB.
Gangguan tersebut diduga disebabkan oleh kerusakan pada bagian polipambel, yang mengakibatkan kapal tidak dapat melanjutkan pelayaran.
Sekitar pukul 12.20 WIB, tim gabungan tiba di lokasi kejadian. Saat itu, kapal sudah dalam kondisi berlabuh di belakang Pulau Lancang Kecil. Meski situasi relatif kondusif, proses evakuasi tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi demi keselamatan seluruh penumpang.
Proses Evakuasi Berlangsung Aman
Petugas langsung melakukan pengamanan lokasi sekaligus koordinasi evakuasi. Seluruh penumpang kemudian dipindahkan ke kapal lain, yakni Kapal Raja Pandita.
Proses evakuasi selesai sekitar pukul 13.10 WIB, dan seluruh penumpang melanjutkan perjalanan menuju Pulau Pari dengan aman.
Respons cepat aparat dinilai menjadi faktor utama yang memastikan tidak adanya korban dalam kejadian ini.
Keselamatan Pelayaran Jadi Sorotan
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kesiapan teknis kapal sebelum berlayar, terutama di jalur wisata seperti Kepulauan Seribu yang ramai penumpang.
Insiden kapal mati mesin bukan pertama kali terjadi di wilayah tersebut. Sebelumnya, beberapa kejadian serupa juga sempat terjadi dan berhasil ditangani tanpa korban jiwa berkat respons cepat petugas.
Meski demikian, pengawasan terhadap kelayakan kapal serta kesiapan kru dinilai tetap perlu ditingkatkan guna meminimalisir risiko kecelakaan laut.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login