Newestindonesia.co.id, Sebanyak 190 masjid di Aceh disiapkan sebagai tempat istirahat pemudik selama 24 jam pada periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Masjid-masjid tersebut berada di sepanjang jalur utama mudik untuk membantu para pelintas yang melakukan perjalanan jarak jauh.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif Masjid Ramah Pemudik yang digagas Kementerian Agama (Kemenag) untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat selama musim mudik Idulfitri.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Aceh, Azhari, mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan mudik agar tidak memaksakan diri apabila merasa lelah di perjalanan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri saat melakukan perjalanan mudik. Jika merasa lelah, Kemenag telah menyiapkan 190 masjid yang siap melayani selama 24 jam pada fase arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 di Aceh,” kata Azhari dalam keterangannya.
Menurutnya, keberadaan masjid di sepanjang jalur mudik dapat dimanfaatkan pemudik sebagai tempat singgah sementara sebelum melanjutkan perjalanan yang panjang. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, masjid juga dapat menjadi ruang istirahat bagi para pengendara yang membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi fisik.
Masjid-masjid tersebut tersebar di sejumlah titik strategis jalur utama mudik di wilayah Aceh. Para pemudik dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia untuk beristirahat, menunaikan ibadah salat, hingga melepas lelah sebelum melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman.
Program Masjid Ramah Pemudik sendiri diluncurkan secara resmi di Masjid Baitul Huda Blang Malu, Kabupaten Pidie, yang menjadi lokasi kickoff kegiatan tersebut.
Staf Ahli Menteri Agama Bidang Hukum dan HAM, Faisal Ali Hasyim, mengatakan masjid tersebut dipilih langsung oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar sebagai tempat peluncuran program.
“Karena terkesan, masjid ini dipilih langsung oleh Menteri Agama RI sebagai tempat kickoff Masjid Ramah Pemudik. Beliau sempat melaksanakan shalat berjamaah di masjid ini saat berkunjung ke Aceh,” jelas Faisal.
Faisal menilai masjid memiliki peran strategis dalam melayani masyarakat. Selain menjadi pusat ibadah, masjid juga dapat berfungsi sebagai pusat aktivitas sosial yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Ia menekankan pentingnya peningkatan pengelolaan dan pelayanan masjid agar dapat memberikan dampak lebih besar bagi publik, termasuk dalam membantu masyarakat yang sedang melakukan perjalanan jauh saat musim mudik.
“Melihat kondisi masjid ini, seharusnya masjid-masjid lain di Aceh bisa mencontoh. Masjid harus mampu menghadirkan pelayanan yang memberikan kenyamanan bagi masyarakat,” ujar Faisal.
Selain menyediakan tempat istirahat, pengurus masjid juga didorong untuk menyiapkan fasilitas pendukung guna meningkatkan kenyamanan pemudik, seperti tempat pengisian daya ponsel, ruang ibu menyusui, hingga layanan sederhana seperti obat-obatan ringan atau bantuan tambal ban.
Dengan adanya program ini, diharapkan perjalanan mudik masyarakat di Aceh dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan tetap bernilai ibadah selama momentum Ramadan hingga Idulfitri.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login