Newestindonesia.co.id – Jateng, Sebuah kecelakaan tragis terjadi ketika sebuah truk tronton tertabrak Kereta Api (KA) Gajayana di perlintasan sebidang Jalan Prembun–Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah Selasa (27/1) malam sekitar pukul 21.32 WIB. Akibat benturan keras itu, sopir truk tewas di lokasi kejadian, sementara sejumlah korban lainnya mengalami luka-luka.
Kronologi Insiden
Menurut keterangan kepolisian, kecelakaan terjadi saat KA Gajayana relasi Malang–Gambir melintas dari arah timur menuju barat dengan kecepatan normal di perlintasan kereta api tanpa palang pintu aktif di Desa Mekarsari, Kecamatan Kutowinangun.
Truk tronton bernomor polisi L-8861-UC yang sedang melintas di jalur itu tertabrak keras oleh kereta, mengakibatkan kendaraan ringsek parah dan sebagian bodinya menutup rel.
“Info sementara untuk korban MD (meninggal dunia) ada satu, sopir truk,” terang Kapolsek Kutowinangun AKP Khusen Martono saat dikutip dari laporan polisi, seperti dikutip melalui detikJateng.
Identitas sopir yang meninggal terungkap sebagai Sutarno (43), warga Desa Jatisaba, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Tubuh korban terpental hingga areal perlintasan rel akibat benturan hebat, menurut laporan media setempat.
Korban dan Penanganan Medis
Selain sopir, kernet truk, Suryanto (54), juga mengalami luka dan langsung dilarikan ke RSUD Prembun untuk mendapatkan perawatan medis. Beberapa petugas penjaga perlintasan yang berada di lokasi kecelakaan juga dilaporkan turut luka ringan akibat insiden ini.
Dampak Operasional Kereta
Akibat benturan tersebut, jalur kereta api sempat mengalami gangguan signifikan hingga 21 perjalanan kereta api mengalami keterlambatan dengan durasi beragam, mulai dari puluhan menit hingga lebih dari satu jam. Hal ini dikonfirmasi oleh Manager Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, yang menyebutkan proses evakuasi dan penanganan lokasi masih berlangsung hingga dini hari.
“Akibat kejadian tersebut, jalur hulu sempat tidak dapat dilalui oleh perjalanan kereta api. Jalur hilir hanya bisa dilalui dengan kecepatan terbatas,” ujar As’ad.
Meski demikian, seluruh penumpang dan awak KA Gajayana dilaporkan selamat tanpa korban jiwa. Usai evakuasi, jalur kembali bisa dilintasi dengan normal pada Rabu dini hari.
Pihak PT KAI mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar mematuhi rambu dan peraturan keselamatan di perlintasan sebidang, terutama di titik-titik yang tidak dilengkapi palang pintu dengan penjaga, demi menghindari kejadian fatal serupa.
Fakta Tambahan & Konteks
Kecelakaan kereta vs kendaraan bermotor di Indonesia terjadi berkali-kali setiap tahunnya di berbagai daerah akibat pelanggaran perlintasan dan minimnya fasilitas keselamatan di beberapa titik.
Perlintasan yang menjadi lokasi kecelakaan dikenal sebagai titik yang kerap dilalui kendaraan warga tanpa pengamanan optimal, sehingga berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan tinggi.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti Sekarang



You must be logged in to post a comment Login