Newestindonesia.co.id – Denpasar, I Gede Ari Astina alias Jerinx SID, drummer band punk rock Superman Is Dead, kembali menjadi sorotan publik setelah memberikan komentarnya terkait rilis dokumen kontroversial yang dikenal sebagai Epstein Files. Dokumen ini dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat pada 30 Januari 2026 dan menjadi perbincangan internasional karena menyeret sejumlah nama tokoh dunia ke dalam sorotan publik.
Epstein Files sendiri berasal dari berbagai catatan kasus dugaan eksploitasi seksual terhadap anak di bawah umur oleh seorang pemodal kaya dan berpengaruh, Jeffrey Epstein, yang memiliki koneksi luas di kalangan elit global. Dalam dokumen itu, sejumlah tokoh diberitakan memiliki hubungan korespondensi yang disebut oleh sebagian pihak sebagai komunikasi yang berpotensi kontroversial, termasuk terkait topik bersifat teknis tentang latihan pandemi.
Salah satu nama yang menjadi sorotan publik dari rilis dokumen tersebut adalah Bill Gates, pendiri Microsoft, yang dalam sejumlah email disebut pernah berdiskusi soal “simulasi pandemi” bersama Epstein sebelum pandemi COVID-19 terjadi. Hal ini kemudian memicu kembali perdebatan dan teori konspirasi yang selama ini beredar di masyarakat.
Reaksi Jerinx di Media Sosial
Melalui akun Instagram pribadinya @true_jrx, Jerinx mengaitkan rilis Epstein Files dengan pandangan-pandangan yang selama ini kerap ia suarakan sejak awal pandemi COVID-19 melanda dunia. Ia menulis:
“Di awal plandemix saya menulis essay terkait korelasi kropid19 dengan Epstein files, diketawain. Bikin video tentang teknologi penciptaan wabah, dijadikan bahan lawakan.”
Jerinx menyatakan bahwa dulu banyak kritikus serta publik yang menyatakan pandangannya sebagai sesuatu yang “halusinasi”, atau karena efek Dunning-Kruger. Ia menulis:
“Halu, miskin empati, narsisis korban echo chambers & efek Dunning Kruger, katanya.”
Tak hanya itu, dalam unggahannya Jerinx juga menyindir sejumlah figur publik tanah air — termasuk komika dan selebritas ibu kota yang pernah mengejek pandangannya soal konspirasi global — dengan pertanyaan retoris:
“Kini kebenaran makin menyala. Kacung WHO, komika & seleb ibu kota kapan kena karmanya ya? Gak usah kena karma dibvnvh or dibui deh. Minimal otaknya kebuka dikit untuk menerima fakta bahwa bangsa ini masih dijajah oleh entitas asing, bisa?”
Latar Belakang Pandangan Konspirasi Jerinx
Tokoh kelahiran Bali, 1977 ini memang dikenal pernah vokal menyuarakan pandangan-pandangan yang berbeda dari narasi arus utama selama pandemi COVID-19. Pada 2020-2021, ia kerap menyatakan bahwa pandemi bukan semata bencana alam, melainkan bagian dari konspirasi yang lebih besar. Kritiknya terhadap lembaga medis sempat membuatnya berurusan dengan hukum di Indonesia.
Jerinx pernah dipidana setelah komentarnya di media sosial dinilai sebagai ujaran kebencian lantaran menyerang organisasi medis nasional serta fasilitas kesehatan. Ia kemudian dijatuhi hukuman satu tahun penjara berdasarkan pelanggaran terhadap Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Kini bebas dari hukum dan kembali berkarya bersama Superman Is Dead, pengaruh unggahan Jerinx terhadap opini publik kembali jadi perbincangan luas setelah munculnya Epstein Files — sebuah momentum yang menurutnya “menguatkan” argumennya yang dulu dicemooh.
Sumber: Berbagai Sumber, (DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login