Newestindonesia.co.id, Jenazah Deden Maulana, salah satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, tiba di Terminal Kargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Kamis (22/1/2026) pagi dalam suasana penuh duka.
Peti jenazah bertuliskan nama almarhum telah dibawa dari Makassar dan diterbangkan ke Jakarta setelah proses identifikasi di Posko DVI Biddokkes Polda Sulawesi Selatan selesai. Peti tersebut berlabel Postmortem PM.62.B.02 sebagai bukti identifikasi jenazah almarhum oleh tim Disaster Victim Identification.
Suasana Haru dan Penyambutan
Sesaat setelah jenazah tiba di Bandara Soekarno-Hatta, keluarga dan rekan kerja almarhum menyambut dengan isak tangis. Rasa kehilangan begitu kuat terlihat ketika peti dibawa keluar dari pesawat dan diarak menuju area kargo.
Sejumlah kerabat menyatakan bahwa kedatangan jenazah ini adalah momen yang sangat berat sekaligus lega karena proses panjang identifikasi akhirnya menemukan titik terang.
Menurut pernyataan Pung Nugroho Saksono, Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), kementerian memastikan hak dan perhatian penuh kepada keluarga Deden Maulana termasuk pemberian beasiswa hingga perguruan tinggi kepada anaknya serta penempatan istri almarhum sebagai pegawai KKP untuk meneruskan semangat kerja sang suami.
“Pak Menteri berpesan untuk putranya, akan diberikan beasiswa sampai perguruan tinggi,” ujar Pung saat upacara penghormatan terakhir di Politeknik Ahli Usaha Perikanan Pasar Minggu, Jakarta.
Pung juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya Deden saat menjalankan tugas negara dalam misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan yang dinilai penuh risiko.
Jenazah almarhum kemudian dibawa untuk prosesi pemakaman di Kota Garut, Jawa Barat setelah rangkaian penghormatan selesai di Jakarta.
Kronologi Singkat Kecelakaan ATR-42-500
Pesawat jenis ATR-42-500 yang dioperasikan oleh Indonesia Air Transport jatuh pada 17 Januari 2026 saat dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar. Pesawat itu membawa 10 orang — 3 penumpang yang merupakan pegawai KKP dan 7 kru.
Evakuasi korban dilaporkan sulit karena medan terjal dan cuaca buruk, namun tim SAR gabungan berhasil menemukan beberapa jenazah termasuk almarhum Deden Maulana dan telah melakukan identifikasi forensik.
(DAW)




You must be logged in to post a comment Login