Newestindonesia.co.id, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan bahwa seluruh akses jalan dan jembatan nasional di Provinsi Aceh yang sempat putus akibat bencana banjir dan longsor telah kembali pulih dan bisa dilintasi seluruh jenis kendaraan. Pernyataan tersebut disampaikan melalui rilis resmi BNPB, Kamis (1/1/2026), usai proses pemulihan yang dipacu sejak akhir November 2025.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa target pemulihan yang ditetapkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah berhasil dicapai tepat waktu pada tanggal 30 Desember 2025. Ia mengatakan,
“Semua target itu tercapai,” setelah puluhan titik jalan utama di Aceh yang terputus kini sudah bisa dilewati oleh masyarakat dan kendaraan berat.
Menurut data dari BNPB dan informasi resmi kementerian terkait, beberapa jalur strategis yang sebelumnya lumpuh kini telah terintegrasi kembali. Di antaranya:
- Jalur lintas timur Banda Aceh–Medan telah berfungsi normal.
- Koneksi jalan dari Banda Aceh–Nagan Raya, Nagan Raya–Takengon, serta Lhokseumawe–Takengon kini sudah bisa dilalui tanpa hambatan. Liputan6
Meski demikian, masih terdapat beberapa titik jembatan yang sedang dalam proses pemulihan teknis, namun telah disediakan jalur alternatif yang memastikan mobilitas tetap berjalan dan fungsional secara keseluruhan.
Dampak Pemulihan terhadap Distribusi Logistik dan Ekonomi
Pemulihan akses infrastruktur ini memiliki dampak signifikan terhadap upaya distribusi bantuan dan pemulihan ekonomi di Aceh. Dengan jalur darat terbuka, suplai logistik dapat lebih cepat tersalurkan ke wilayah yang sebelumnya terisolasi akibat putusnya akses jalan dan jembatan.
Selain itu, menurut laporan Jalur Nasional yang memetakan proses pemulihan, penyelesaian lebih dari 13 ruas jalan utama serta beberapa jalur alternatif telah membuat ratusan ribu warga kembali menikmati mobilitas yang normal, membuka ruang bagi aktivitas perdagangan, layanan kesehatan, dan pendidikan yang sempat terhenti akibat kondisi darurat.
Sejarah Singkat Kerusakan Akses
Bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh pada akhir November 2025 mengakibatkan belasan ruas jalan nasional terputus dan banyak jembatan rusak atau ambruk, terutama di daerah Bireuen, Pidie Jaya, Takengon, serta sepanjang jalur trans-Aceh. Sebanyak 14 jembatan dan lebih dari 12 titik jalan nasional terputus menjadi tantangan besar bagi tim pemulihan infrastruktur.
Dalam upaya awal, tim gabungan BNPB bekerjasama dengan Kementerian PUPR, TNI/Polri, serta pihak daerah setempat melakukan pembersihan material longsor, pemasangan jembatan darurat (seperti jembatan Bailey), serta penguatan jalan prioritas agar akses penting dapat dipulihkan lebih cepat.
Respons Pemerintah dan Langkah Lanjutan
Pemerintah pusat melalui berbagai kementerian terus meningkatkan respons di wilayah terdampak, termasuk percepatan pemulihan listrik, jaringan telekomunikasi, serta layanan sosial dasar lainnya. Fokus pemulihan tidak hanya pada infrastruktur, tetapi juga pada kesejahteraan warga yang terdampak.
Koordinasi antara BNPB dan instansi terkait juga mencakup rencana pemantauan jalan jangka panjang, program rehabilitasi, serta kesiapan menghadapi musim hujan berikutnya guna meminimalkan risiko gangguan akses yang serupa.
Sumber: Berbagai Sumber, Editor: DAW




You must be logged in to post a comment Login