Newestindonesia.co.id, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat rangkaian bencana hidrometeorologi di Pulau Sumatera terus bertambah, mencapai 1.157 orang per Kamis (1/1/2026).
Hal ini meningkat dari catatan sebelumnya sebanyak 1.154 jiwa. Penambahan jumlah korban disebabkan oleh ditemukannya tiga jenazah tambahan di Kabupaten Aceh Utara.
Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, operasi pencarian dan evakuasi masih terus dilakukan di wilayah terdampak.
“Sehingga jumlah korban jiwa yang sebelumnya tercatat 1.154 orang, bertambah menjadi 1.157 jiwa akibat penemuan tiga jasad baru,” ujarnya.
Rinciannya di Tiga Provinsi
Data distribusi korban meninggal menunjukkan bahwa jumlah terbesar berasal dari:
- Provinsi Aceh: 530 orang
- Sumatera Utara: 365 orang
- Sumatera Barat: 262 orang
Selain korban meninggal, BNPB juga mencatat puluhan hingga ratusan orang masih dinyatakan hilang dan ribuan lainnya mengalami luka-luka atau kehilangan tempat tinggal.
Kondisi Pengungsi dan Dampak Lainnya
Badan ini juga melaporkan bahwa ratusan ribu warga terpaksa mengungsi akibat banjir dan longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurut salah satu laporan media, jumlah pengungsi dilaporkan mencapai sekitar 381.000 jiwa, tersebar di berbagai lokasi pengungsian.
Upaya Penanganan dan Bantuan
BNPB bersama pemerintah pusat dan daerah terus mempercepat respons darurat dan pemulihan pasca-bencana. Langkah-langkah yang telah dilakukan antara lain:
- Operasi pencarian terus berjalan sampai jumlah pencarian orang berkurang seminimal mungkin.
- Penyediaan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak.
- Penyiapan fasilitas pendidikan darurat, seperti tenda besar untuk kegiatan belajar di lokasi pengungsian.
Pemerintah juga memastikan bahwa sumber daya nasional cukup untuk menangani dampak bencana. BNPB menyatakan bahwa otoritas terkait, termasuk TNI dan Polri, telah dikerahkan secara maksimal untuk mendukung upaya evakuasi, distribusi logistik, serta rekonstruksi infrastruktur yang rusak.
Komentar Pejabat dan Situasi di Lapangan
Rustian, Sekretaris Utama BNPB, mengatakan bahwa koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus dijaga untuk memastikan kebutuhan dasar warga korban bencana terpenuhi secara merata. Ia menegaskan, meskipun kondisi masih menantang, upaya pemerataan bantuan dan pemulihan dilakukan secara intensif.
“Masyarakat tidak perlu khawatir karena pemerintah hadir di setiap langkah pemulihan,” ujar Rustian saat meninjau kawasan terdampak di Padang, Sumatera Barat.
Total Kerugian dan Dampak Jangka Panjang
Selain korban jiwa, bencana banjir dan longsor juga berdampak besar terhadap infrastruktur dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat di Sumatera. Banyak akses jalan terputus, permukiman rusak, hingga penghentian aktivitas sekolah dan usaha ekonomi lokal di beberapa daerah akibat kondisi darurat yang berkepanjangan.
Para ahli juga menyoroti pentingnya mitigasi bencana berkelanjutan dan penguatan sistem peringatan dini untuk memperkecil dampak korban jika peristiwa serupa terjadi di masa mendatang.
Sumber: Berbagai Sumber, Editor: DAW




You must be logged in to post a comment Login