Newestindonesia.co.id – Sumut, Banjir bandang kembali melanda wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut) setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak Rabu (11/2) sore hingga malam hari. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat setidaknya enam kecamatan mengalami banjir dan ratusan rumah warga terendam air.
Peristiwa ini terjadi di tengah masih berlangsungnya musim hujan dan menambah daftar panjang daerah di Sumatra yang berulang kali dilanda bencana hidrometeorologi. Dampaknya terlihat bukan hanya pada kerusakan fasilitas umum dan rumah, namun juga mobilitas warga menjadi terganggu dan proses evakuasi terus berjalan.
Warga Dievakuasi dan Akses Terputus
Menurut laporan BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah, banjir merendam sejumlah kelurahan di empat kecamatan utama di daerah itu pada Rabu malam. Debit air yang naik cepat membuat sejumlah warga terpaksa meninggalkan rumah mereka.
Di Kelurahan Sarudik dan Lubuk Tukko, ketinggian air sempat mencapai 1 meter, memaksa warga dan kepala keluarga untuk meninggalkan bangunan tempat tinggal masing-masing. Di beberapa titik lainnya, jalan raya maupun akses penting ke permukiman terputus akibat luapan sungai yang tidak terkendali.
Plh Kalaksa BPBD Tapanuli Tengah, Leonardus J. Sinaga, mengatakan bahwa tim gabungan terus melakukan pemantauan dan membantu warga mengamankan barang berharga serta mengevakuasi mereka ke tempat lebih aman.
“Koordinasi juga dilakukan ke tiap kecamatan dan kelurahan yang rawan banjir. Warga sementara mengungsi ke GOR Pandan,” ujarnya dalam laporan tertulis.
Intensitas Hujan Tinggi Memperparah Kondisi
Warga setempat menyebutkan hujan deras mulai mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari, menyebabkan sungai cepat meluap. Salah satu warga di Kelurahan Pasar Baru, Jasmani Mendrofa, menyatakan kondisi air sudah masuk ke halaman rumahnya dan menyebabkan sebagian besar mobilitas warga terhambat.
“Di sini debit air naik cepat, air sudah tinggi di luar rumah,” ujarnya dikutip IDN Times Sumut.
Kendati demikian, hingga saat ini belum ada laporan pasti mengenai jumlah korban jiwa dalam peristiwa terbaru ini. Namun kondisi banjir bandang menyebabkan gangguan kehidupan sosial ekonomi warga dan memperparah situasi setelah bencana serupa di akhir tahun sebelumnya.
Dampak Bencana yang Terus Berulang
Tapanuli Tengah tidak asing dengan bencana banjir bandang dan longsor, terutama sejak peristiwa besar pada akhir November–Desember 2025. Peristiwa banjir dan tanah longsor di Sumatra Utara termasuk Tapteng telah menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang luas, serta memaksa ribuan warga mengungsi dan kehilangan akses terhadap fasilitas dasar.
Selain itu, laporan media dan organisasi kemanusiaan mengungkapkan bahwa pascabanjir besar sebelumnya, krisis akses air bersih dan kebutuhan hidup dasar menjadi tantangan besar bagi warga Tapanuli Tengah. Krisis air bersih bahkan membuat warga harus menunggu hujan untuk bisa mandi atau memasak air bersih.
Upaya Penanganan dan Bantuan
BPBD bersama unsur pemerintah daerah sudah menyiapkan lokasi pengungsian di GOR Pandan, serta terus mengerahkan petugas untuk membantu warga yang terdampak. Selain itu, dukungan logistik dari swasta dan organisasi kemanusiaan terus mengalir untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi dan warga terdampak.
Mengingat intensitas hujan yang masih tinggi, pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan menghindari area rawan. Pemantauan cuaca dan kondisi sungai pun terus dilakukan secara berkelanjutan.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login