Newestindonesia.co.id, Hujan deras yang disertai angin kencang menyebabkan puluhan bangunan rusak di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur. Bencana hidrometeorologi tersebut dilaporkan melanda sedikitnya 20 desa dan kelurahan di sembilan kecamatan, dengan total 92 bangunan terdampak.
Peristiwa ini terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah Malang pada Rabu malam (4/3/2026). Dampaknya tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga memicu sejumlah kejadian bencana seperti tanah longsor, banjir luapan, hingga pohon tumbang di berbagai titik.
Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang hingga Kamis siang (5/3/2026), puluhan bangunan rumah warga dan fasilitas umum mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem tersebut.
Plt Kepala BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, menjelaskan bahwa bencana yang terjadi dalam beberapa hari terakhir merupakan rangkaian kejadian hidrometeorologi yang dipicu oleh intensitas hujan tinggi dan angin kencang.
Ia mengatakan, total ada 24 kejadian bencana hidrometeorologi yang tercatat sejak Minggu (1/3/2026) hingga Rabu malam (4/3/2026).
Rinciannya meliputi:
- 10 kejadian tanah longsor
- 3 peristiwa banjir luapan
- 8 kerusakan rumah dan bangunan fasilitas umum
- 3 kejadian pohon tumbang akibat angin kencang
“Dampaknya, total 10 rumah tergenang banjir, 79 rumah rusak, satu infrastruktur umum, serta tiga fasilitas umum mengalami kerusakan. Sejumlah jalan juga sempat tertutup akibat bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Malang,” kata Purwoto.
Selain merusak bangunan, bencana ini juga menyebabkan akses jalan di beberapa wilayah sempat terganggu akibat material longsor dan pohon tumbang yang menutup jalur transportasi warga.
Kecamatan Kasembon Paling Parah
Dari total wilayah terdampak, Kecamatan Kasembon menjadi daerah dengan dampak paling parah. Wilayah ini mencatat paling banyak kejadian bencana hidrometeorologi dibandingkan kecamatan lainnya.
Menurut Purwoto, terdapat 10 kejadian bencana yang terjadi di empat desa di Kecamatan Kasembon, yakni:
- Desa Pait
- Desa Kasembon
- Desa Wonoagung
- Desa Sukosari
“Di Kecamatan Kasembon terdapat 10 kejadian bencana hidrometeorologi di empat desa yakni Desa Pait, Desa Kasembon, Desa Wonoagung, dan Desa Sukosari. Untuk tanah longsor ada empat kejadian, yakni di Desa Pait dua rumah rusak, di Desa Kasembon tanah longsor merusak tiga rumah dan menutup akses jalan, serta di Desa Wonoagung tiga rumah rusak tertimpa longsoran,” jelasnya.
Selain longsor, cuaca ekstrem juga merusak sejumlah rumah di wilayah tersebut. BPBD mencatat sedikitnya 13 rumah rusak yang tersebar di tiga desa, yakni Wonoagung, Pait, dan Sukosari.
Di lokasi yang sama, pohon tumbang juga sempat menutup akses jalan antar desa, sehingga aktivitas warga terganggu sementara waktu sebelum dilakukan pembersihan oleh petugas.
Beberapa Kecamatan Lain Juga Terdampak
Dampak cuaca ekstrem tidak hanya terjadi di Kasembon. Kecamatan lain seperti Singosari juga mengalami beberapa kejadian bencana hidrometeorologi.
“Di wilayah Kecamatan Singosari terdapat tiga kejadian bencana hidrometeorologi. Satu kejadian tanah longsor di Desa Sidoluhur mengakibatkan satu rumah rusak, satu pohon tumbang di Desa Kalirejo menyebabkan jalan antar desa tertutup, serta rumah rusak akibat cuaca ekstrem di Desa Ketindan sebanyak tiga rumah,” ujar Purwoto.
Kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di beberapa wilayah lain di Kabupaten Malang, dengan kerusakan bervariasi mulai dari atap rumah yang terbang akibat angin kencang hingga kerusakan bangunan karena tertimpa material longsor.
BPBD Distribusikan Bantuan
Menanggapi kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Malang bersama tim gabungan langsung turun ke lapangan untuk melakukan penanganan darurat.
Sejak Rabu malam, petugas telah mendistribusikan bantuan kepada warga terdampak, termasuk sembako, terpal, serta sejumlah peralatan manual untuk membantu proses pembersihan dan mitigasi bencana susulan.
“Dari kejadian bencana tersebut, kami tidak menerima laporan adanya korban jiwa. Namun untuk kerugian material masih dalam perhitungan,” pungkas Purwoto.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi, terutama di wilayah rawan longsor dan daerah dengan banyak pepohonan besar.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login