Newestindonesia.co.id, Kepolisian Polsek Urban Wonomulyo berhasil menangkap empat remaja yang diduga terlibat dalam pengeroyokan terhadap sejumlah pemuda di Masjid Al-Amin, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Penangkapan berlangsung tak terduga saat keempat pelaku sedang berada di sebuah kamar kos bersama lima wanita, Kamis siang (26/2).
Kapolsek Urban Wonomulyo, AKP Sandy Indrajatiwiguna, menjelaskan bahwa operasi penangkapan dilakukan sebagai bagian dari upaya pengamanan terhadap pelaku pengeroyokan yang videonya sempat viral di media sosial.
“Kami tujuannya ingin mengamankan para laki-laki ini karena diduga terlibat sejumlah aksi pengeroyokan yang viral di daerah ini. Tapi saat digrebek mereka sedang tiduran bersama 5 teman wanitanya di dalam kamar kos itu,” ujar AKP Sandy kepada wartawan di lokasi kejadian dikutip melalui detikSulsel.
Kronologi Penangkapan
Penangkapan dilakukan di sebuah indekos di Desa Sugihwaras, Kecamatan Wonomulyo, Polman pada sekitar pukul 12.30 Wita. Polisi mengamankan empat pemuda berinisial:
- FS (19)
- AR (19)
- AS (19)
- AW (23)
Kelompok ini langsung digiring menuju Polres Polman untuk pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.
Lima Wanita Masih Berstatus Saksi
Sementara itu, lima wanita yang berada bersama para pelaku di kamar kos tidak langsung ditetapkan sebagai tersangka. Polisi menetapkan mereka untuk saat ini masih berstatus saksi, dan selanjutnya diserahkan ke Polres Polman untuk pendalaman.
“Untuk sementara (5 wanita) jadi saksi. Betul, mereka kita serahkan ke Polres Polman untuk penanganan lebih lanjut,” terang AKP Sandy.
Barang Bukti Diamankan
Selain menangkap para pelaku, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti yang disinyalir terkait dengan aksi pengeroyokan, antara lain:
- Tiga senjata tajam jenis parang
- Empat unit ponsel
- Dua unit sepeda motor yang diduga digunakan saat kejadian pengeroyokan.
Latar Belakang Kasus
Kasus ini bermula ketika sekelompok pemuda yang sedang nongkrong di pekarangan Masjid Al-Amin, Kelurahan Matakali, diserang oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) pada Rabu malam (18/2) sekitar pukul 23.25 Wita. Menurut keterangan salah satu korban, serangan dilakukan oleh sekitar 15 orang yang membawa senjata tajam.
Salah seorang korban, Mahatir (23), menyebutkan:
“Jumlahnya banyak, mungkin ada sekitar 15 orang,” ujar Mahatir kepada wartawan saat ditemui di lokasi kejadian beberapa hari lalu.
Motif serangan diduga kuat akibat dugaan niat balas dendam dari kelompok pelaku, namun polisi masih terus mendalami peran masing-masing tersangka serta kemungkinan keterlibatan pelaku lain yang masih buron.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login