Newestindonesia.co.id, Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional 62 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah Indonesia selama Ramadan. Kebijakan ini diambil setelah ditemukan penyajian menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak sesuai standar.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk penegakan aturan sekaligus upaya evaluasi terhadap mitra penyedia layanan.
“Minimal ada 62 SPPG yang kami tutup sementara karena tidak sesuai di dalam memberikan menu ya. Baik menu minimalis maupun menu yang kurang baik,” ujar Dadan di kantor Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (17/3/2026) dikutip melalui detikNews.
Menurut Dadan, jumlah tersebut hanya sebagian kecil dari total lebih dari 25 ribu SPPG yang beroperasi di seluruh Indonesia. Ia menegaskan sebagian besar mitra tetap menjalankan program sesuai ketentuan.
“Itu 62 SPPG yang selama Ramadan ini kita tutup dulu sementara. Anda tahu bahwa yang 62 yang membuat menu kurang sesuai dan minimalis yang membuat viral, padahal sebagian besar kan melaksanakan dengan baik,” tuturnya.
BGN menyebut penghentian sementara ini bertujuan memberikan efek jera sekaligus kesempatan bagi pengelola untuk melakukan perbaikan. Dadan menjelaskan, pihaknya telah menerapkan mekanisme sanksi berjenjang bagi mitra yang melanggar standar operasional prosedur (SOP).
“Tentu saja ada surat peringatan pertama (SP1), surat peringatan kedua (SP2), kemudian ada penutupan sementara. Kemudian kita berikan kesempatan untuk memperbaiki diri,” kata Dadan.
Ia menegaskan, jika pelanggaran serupa kembali terjadi setelah masa evaluasi, maka tidak menutup kemungkinan sanksi yang lebih berat akan dijatuhkan, termasuk penutupan permanen.
“Nanti, kalau dia mengulangi lagi pelanggarannya, tidak tertutup kemungkinan untuk ditutup permanen,” tegasnya.
BGN berharap ke depan jumlah pelanggaran akan semakin berkurang dan kualitas layanan program MBG semakin meningkat. Dadan juga ingin publik melihat bahwa mayoritas penyelenggara program telah bekerja dengan baik.
“Kami ingin yang 62 itu makin lama makin kecil, sehingga laporan yang keluar itu adalah yang silent majority nih. Jadi harus diungkap bahwa yang bagus-bagus itu banyak,” pungkasnya.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login