Newestindonesia.co.id, Pemerintah memastikan seluruh rumah sakit dan puskesmas yang terdampak bencana di wilayah Sumatera kini telah kembali beroperasi secara penuh. Pemulihan layanan kesehatan tersebut dilakukan melalui percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga terkait.
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mencatat total 3.476 fasilitas kesehatan terdampak bencana di wilayah tersebut. Jumlah itu terdiri dari 87 rumah sakit pemerintah, 867 puskesmas, dan 2.522 puskesmas pembantu (pustu).
Meski sempat mengalami kerusakan akibat bencana, pemerintah bergerak cepat melakukan perbaikan agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan seluruh rumah sakit dan puskesmas kini sudah kembali beroperasi.
“Alhamdulillah seluruh rumah sakit, seluruh puskesmas, sudah beroperasi sekarang. Kita tinggal 21 pustu dari ribuan fasilitas kesehatan,” ujar Budi dalam rapat bersama pimpinan DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta.
Menurut Budi, sebagian puskesmas pembantu tersebut masih dalam proses pembersihan dan renovasi sehingga belum sepenuhnya digunakan untuk pelayanan kesehatan.
Percepatan Rehabilitasi Pascabencana
Upaya pemulihan fasilitas kesehatan dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah. Pemerintah menargetkan seluruh proses perbaikan fasilitas kesehatan terdampak dapat rampung sepenuhnya pada tahun ini.
Selain memperbaiki bangunan fasilitas kesehatan, pemerintah juga menaruh perhatian pada kondisi tenaga kesehatan yang terdampak bencana.
Budi menjelaskan terdapat ribuan rumah tenaga kesehatan yang mengalami kerusakan sehingga membutuhkan dukungan renovasi.
“Itu sudah diverifikasi oleh saya dan Kemenkes serta Kemendagri, tinggal dicairkan dana renovasinya. Dari sekitar 8.875 rumah tenaga kesehatan yang rusak, diharapkan bisa dibayar sebelum Lebaran,” kata Budi.
Anggaran Pemulihan Fasilitas Kesehatan
Untuk mempercepat pemulihan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak bencana, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp529,3 miliar.
Dana tersebut akan digunakan untuk memperbaiki ribuan fasilitas kesehatan yang mengalami kerusakan akibat bencana di sejumlah wilayah Sumatera.
Pemerintah menargetkan seluruh fasilitas kesehatan yang terdampak dapat kembali berfungsi secara optimal sehingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap berjalan tanpa hambatan.
Dengan pulihnya rumah sakit dan puskesmas di daerah terdampak, pemerintah berharap akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak bencana dapat kembali normal.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login