KPK Tetapkan Tersangka Dalam OTT Muara Enim, Bupati Edison Tiba Di Jakarta

bupati-muara-enim-edison-tiba-di-gedung-merah-putih-kpk-usai-terjaring-ott-kpk-kemeja-biru-kurniawandetikcom-1780970208127_169

Bupati Muara Enim Edison tiba di gedung Merah Putih KPK setelah terjaring OTT KPK (berkemeja biru). (Kurniawan/detikcom)

Newestindonesia.co.id, Bupati Muara Enim, Edison, tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Selasa (9/6/2026), setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan lembaga antirasuah tersebut di wilayah Sumatera Selatan.

Berdasarkan pantauan di lokasi oleh detik.com, Edison tiba sekitar pukul 08.51 WIB. Ia tampak mengenakan kemeja biru dan masker putih saat memasuki gedung KPK dengan pengawalan penyidik. Setibanya di lokasi, Edison langsung diarahkan masuk ke dalam gedung untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.

Saat sejumlah awak media mencoba meminta keterangan terkait operasi tangkap tangan yang menjerat dirinya, Edison tidak memberikan respons. Ia memilih menunduk dan terus berjalan menuju area pemeriksaan KPK.

Sebelumnya, KPK telah melakukan gelar perkara atas rangkaian operasi tangkap tangan yang berlangsung di Sumatera Selatan. Dari hasil ekspose tersebut, lembaga antirasuah memutuskan meningkatkan perkara ke tahap penyidikan dan menetapkan sejumlah pihak sebagai tersangka.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan proses gelar perkara telah dilakukan setelah tim penyidik mengumpulkan bukti awal dari operasi senyap tersebut.

“Terkait rangkaian peristiwa tertangkap tangan dalam penyelidikan tertutup di wilayah Sumatera Selatan, malam tadi, telah dilakukan ekspose (gelar perkara),” kata Budi Prasetyo kepada wartawan dikutip melalui detikNews.

Ia menambahkan, hasil gelar perkara menunjukkan adanya kecukupan bukti permulaan untuk meningkatkan status penanganan perkara.

“Maka berdasarkan kecukupan bukti permulaan yang diperoleh, diputuskan perkara ini naik ke tahap penyidikan, untuk kemudian menetapkan para pihak sebagai tersangkanya,” ujarnya.

Dalam operasi tangkap tangan tersebut, KPK mengamankan total 10 orang. Mereka terdiri atas lima orang dari unsur Pemerintah Kabupaten Muara Enim, termasuk Bupati Edison, serta lima orang lainnya dari pihak swasta. Operasi dilakukan sejak Minggu (7/6) malam.

Baca juga:  KPK Bakal Panggil Eks Bupati Mandailing Natal Terkait Kasus Korupsi Proyek Jalan

Selain mengamankan sejumlah pihak, KPK juga menyita barang bukti berupa uang tunai bernilai ratusan juta rupiah. Penyidik menduga uang tersebut berkaitan dengan praktik suap yang melibatkan pihak swasta dan penyelenggara negara.

“Untuk barang bukti, sejauh ini terinformasi ada uang tunai senilai ratusan juta rupiah,” kata Budi.

KPK hingga kini belum mengungkap secara rinci konstruksi perkara yang menjerat Edison. Kronologi lengkap, pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, serta dugaan tindak pidana korupsi yang sedang disidik akan disampaikan dalam konferensi pers resmi.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena kembali menyeret kepala daerah dalam operasi tangkap tangan KPK. Lembaga antirasuah saat ini masih mendalami aliran dana serta keterlibatan pihak-pihak lain yang diduga terkait dengan perkara tersebut.

(DAW)