Newestindonesia.co.id, Sebanyak 4.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai kementerian dan lembaga akan dilatih menjadi Komponen Cadangan (Komcad) dalam rangka memperkuat pertahanan negara. Kementerian Pertahanan (Kemhan) menegaskan bahwa partisipasi ASN dalam pelatihan ini bersifat sukarela, dan akan melalui proses seleksi ketat sebelum mengikuti penggemblengan.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Karo Infohan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, kepada wartawan di Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026).
“Itu adalah sifatnya tetap menjadi bagian dari sukarela. Garisbawahi. Syarat-syaratnya adalah sukarela. Sehingga tidak ada unsur paksaan, kewajiban, dan sebagainya, tidak ada,” ujar Brigjen Rico dikutip melalui detikNews.
Brigjen Rico menambahkan bahwa Kemhan hanya memberikan kuota jumlah ASN untuk mengikuti pelatihan Komcad. Adapun jumlah ASN yang benar-benar terlibat akan ditentukan oleh masing-masing kementerian atau lembaga melalui proses internal.
“Biasanya akan ditentukan dari, misalnya satu kementerian A jumlahnya 1.000, kementerian B jumlahnya 500, maka kuotanya dari kementerian A ya mungkin hanya 50 orang, kementerian B hanya 10 orang. Kuotanya disesuaikan dengan jumlah sumber daya manusia yang ada di situ.” terang Rico.
Seleksi untuk Menjamin Kesiapan Fisik dan Kualifikasi Peserta
Seleksi dilakukan untuk menjamin bahwa peserta memiliki kondisi fisik sehat dan siap mengikuti seluruh jalannya pelatihan, tanpa hambatan. Menurut Rico, aspek seperti jenis kelamin (laki-laki maupun perempuan) akan diserahkan kepada instansi pengusul selama proses pendaftaran internal.
“Tujuannya dari seleksi adalah dipastikan yang bersangkutan sehat, dipastikan yang bersangkutan tidak ada kondisi fisik yang membatasi. Kalau secara gender, apakah laki-laki dan perempuan, itu diserahkan kepada instansi ataupun kementeriannya masing-masing.”
Jadwal dan Rangkaian Pelatihan Komcad
Kemhan berencana melaksanakan pelatihan mulai April 2026, dibagi dalam dua gelombang:
- Gelombang pertama: 2.000 ASN, durasi sekitar 1,5 bulan
- Gelombang kedua: 2.000 ASN, durasi sekitar 1,5 bulan berikutnya
“Jadi gelombang pertama 2.000 orang, kemudian dilaksanakan satu bulan setengah. Dilanjutkan gelombang kedua 2.000 orang untuk satu bulan setengah berikutnya,” jelas Brigjen Rico.
Pelatihan tersebut dirancang untuk memberikan bekal dasar militer, yang diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pertahanan negara sesuai dengan Undang-Undang tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara. ASN yang mengikuti pelatihan tidak dipekerjakan secara permanen di militer, tetapi kembali ke tugas administratif mereka setelah pelatihan selesai.
ASN Tidak Semua Otomatis Bisa Ikut
Penting dicatat bahwa meskipun bersifat sukarela, tidak semua ASN bisa serta merta menjadi Komcad. Menurut pernyataan publik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), ASN yang bersangkutan tetap harus memenuhi seluruh persyaratan hukum dan administratif yang berlaku.
Menteri PANRB menyatakan bahwa keikutsertaan ASN dalam program Komcad didasari surat edaran internal yang juga menekankan peran ASN dalam mendukung upaya pertahanan negara melalui pelatihan sukarela ini.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login