Newestindonesia.co.id, Isu bahwa pandemi global seperti COVID-19 “telah direncanakan sebelumnya” kembali menjadi perbincangan publik setelah beredarnya dokumen lama yang dikaitkan dengan nama tokoh dunia, termasuk Bill Gates dan Jeffrey Epstein. Narasi ini terutama ramai di media sosial setelah bagian dari dokumen tersebut memuat istilah simulasi pandemi, yang kemudian ditafsirkan sebagian pihak sebagai bukti adanya rencana tersembunyi untuk menciptakan wabah global.
Namun, menurut para ahli kesehatan masyarakat, klaim itu tidak berdasar dan menunjukkan kesalahan penafsiran istilah teknis dalam dokumen tersebut.
Sumber Isu dan Interpretasi yang Viral
Dilansir melalui detikHealth, Dokumen yang menjadi pusat perhatian publik adalah berkas bernama EFTA02657725.pdf yang dirilis oleh United States Department of Justice (DOJ). Dalam dokumen itu terdapat email internal tertanggal 3 Maret 2017 antara pihak tertentu yang membahas beberapa topik kajian. Salah satunya adalah frasa “follow-up recommendations and/or technical specifications for strain pandemic simulation” yang kemudian viral di media sosial sebagai bukti bahwa pandemi telah direncanakan jauh sebelum wabah COVID-19 terjadi.
Namun ahli menegaskan, istilah tersebut bukan merujuk pada rencana menciptakan wabah nyata, melainkan pada latihan atau kajian kesiapsiagaan yang lazim dalam dunia kesehatan masyarakat.
Simulasi Pandemi: Apa Maknanya?
Simulasi pandemi merupakan bagian dari kesiapsiagaan kesehatan publik, mirip dengan latihan bencana alam yang dilakukan oleh pemerintah, lembaga riset, rumah sakit, maupun organisasi internasional seperti World Health Organization (WHO) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di AS. Tujuan simulasi ini adalah:
- Menguji kesiapan sistem kesehatan menghadapi skenario wabah hipotetis.
- Mengevaluasi kapasitas respons medis dan logistik.
- Mengidentifikasi kelemahan dalam koordinasi penanganan krisis.
Dalam latihan tersebut, tidak ada pelepasan virus atau eksperimen terhadap manusia. Semua hanya berupa skenario uji untuk memperbaiki sistem yang sudah ada, bukan perencanaan wabah nyata.
Mengapa Kesimpulan Konspiratif Muncul?
Kesalahan tafsir sering terjadi ketika istilah teknis diambil di luar konteksnya. Dalam hal ini, frasa simulasi pandemi muncul sebagai usulan kajian teknis yang bersifat internal, bukan sebagai kebijakan operasional atau program aktif untuk menyebarkan virus. Karena dokumentasi itu dibaca tanpa konteks lengkapnya, internet menjadi medium cepat menyebarkan spekulasi yang salah.
Perspektif Ahli
Para ahli kesehatan dan lembaga medis selalu menekankan bahwa pandemi seperti COVID-19 adalah fenomena biologis nyata yang disebabkan oleh penyebaran virus SARS-CoV-2, bukan produk perencanaan. Simulasi wabah semacam ini justru digunakan dunia internasional selama bertahun-tahun sebagai langkah mitigasi risiko, bukan sebagai fondasi untuk menciptakan wabah.
Simulasi wabah adalah latihan kesiapsiagaan kesehatan publik yang standarnya sudah ada sejak lama di berbagai negara. Buah tafsir terhadap istilah teknis seperti simulasi pandemi tanpa konteks sering kali menimbulkan narasi konspirasi. Dokumen yang viral bukan dokumen kebijakan perencanaan pandemi.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login