Newestindonesia.co.id, Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap dilaksanakan selama bulan Ramadan 1447 H / 2026 M, dengan penyesuaian skema distribusi dan menu sesuai kondisi masing-masing wilayah.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengatakan kepada wartawan, Kamis (22/1/2026), bahwa penyaluran makanan bergizi selama Ramadan tidak dihentikan, tetapi mekanismenya diatur sedemikian rupa agar sejalan dengan pelaksanaan ibadah puasa bagi masyarakat.
“Di daerah yang mayoritas berpuasa, makanan siap santap diberikan di jam sekolah untuk dibawa pulang dan dikonsumsi saat buka.” ujar Dadan.
Menurut Dadan, penyesuaian pola ini dibuat supaya penerima manfaat — termasuk siswa sekolah — tetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengganggu ibadah.
Skema Khusus di Wilayah Mayoritas Muslim
Di wilayah dengan mayoritas penduduk Muslim yang menjalankan puasa, MBG akan tetap dibagikan pada jam sekolah, namun tidak dikonsumsi langsung di sekolah. Sekolah akan menyediakan makanan siap santap yang dapat dibawa pulang dan dikonsumsi pada waktu berbuka puasa.
Dadan menjelaskan bahwa menu MBG selama Ramadan akan disiapkan sehingga tahan hingga sekitar 12 jam, sehingga aman disantap saat berbuka puasa.
Contoh menu yang disebutkan Kepala BGN antara lain:
- Telur rebus
- Kurma
- Buah-buahan
- Abon
- Kue tradisional
Menu tersebut dipilih karena selain bernutrisi juga lebih tahan lama sehingga cocok untuk dibawa dan dikonsumsi pada waktu berbuka.
Wilayah Mayoritas Tidak Berpuasa Tetap Normal
Sementara itu, untuk daerah yang mayoritas tidak menjalankan ibadah puasa, pola penyaluran MBG tetap seperti hari biasa tanpa penyesuaian khusus.
“Untuk daerah yang mayoritas tidak berpuasa pelayanan normal,” tambah Dadan.
Hal ini dimaksudkan supaya cakupan layanan MBG tetap merata di seluruh wilayah Indonesia tanpa diskriminasi berdasarkan karakteristik sosial dan keagamaan masyarakat setempat.
Dukungan DPR dan Sorotan Kualitas
Program MBG selama Ramadan juga mendapat respons dari DPR RI. Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini, menyatakan dukungannya terhadap kelanjutan program tersebut, namun menekankan bahwa pola distribusi dan kualitas makanan harus diperhatikan serius.
“Saya setuju bulan puasa tetap ada MBG, tapi pola pembagian makanannya harus jadi perhatian. Keamanan makanan dan kandungan gizi harus terjamin,” ujar Yahya.
Yahya menyebutkan sejumlah skenario yang perlu dipertimbangkan, termasuk kemungkinan penyerahan makanan di sore hari agar tidak terlalu jauh dari waktu berbuka.
Di luar itu, sejumlah anggota DPR juga mengingatkan agar penggunaan bahan baku segar diprioritaskan, menghindari bahan pengawet yang berlebihan demi menjaga kualitas, keamanan, dan nilai gizi MBG selama Ramadan.
Strategi MBG Lebih Luas dalam Penanggulangan Gizi
Program MBG sejatinya merupakan bagian dari upaya pemerintah menekan angka stunting dan memastikan pemenuhan gizi masyarakat, terutama anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Dadan sebelumnya menyampaikan bahwa selain sekolah, target MBG juga mencakup kelompok rentan lainnya, dan penyesuaian tetap dilakukan agar layanan berkelanjutan meskipun pada saat libur atau Ramadan.
Sumber: Berbagai Sumber, (DAW)




You must be logged in to post a comment Login