Newestindonesia.co.id, Sebuah video baru yang muncul di media sosial memperkuat dugaan bahwa rudal Amerika Serikat menghantam kompleks dekat sebuah sekolah dasar di kota Minab, Iran selatan, yang sebelumnya dilaporkan menewaskan lebih dari 165 orang, sebagian besar anak-anak.
Investigasi yang dilakukan oleh sejumlah analis senjata dan kelompok investigasi sumber terbuka Bellingcat, serta diverifikasi oleh Associated Press (AP), menunjukkan bahwa rudal yang terlihat dalam video tersebut sangat mungkin adalah Tomahawk, jenis rudal jelajah jarak jauh yang diketahui hanya digunakan oleh militer Amerika Serikat dalam konflik tersebut.
Serangan tersebut terjadi pada 28 Februari 2026 lalu, ketika sekolah dasar perempuan Shajareh Tayyebeh sedang berlangsung kegiatan belajar mengajar. Ledakan besar meruntuhkan sebagian bangunan sekolah dan menewaskan puluhan siswa serta staf sekolah.
Video Baru dan Analisis Senjata
Video berdurasi sekitar beberapa detik yang pertama kali dipublikasikan oleh media Iran menunjukkan sebuah objek mirip rudal yang meluncur di udara sebelum terjadi ledakan besar di area kompleks militer yang berdekatan dengan sekolah.
Para peneliti Bellingcat yang menganalisis rekaman tersebut menyatakan profil rudal dalam video konsisten dengan rudal Tomahawk.
Seorang pejabat Amerika Serikat yang berbicara secara anonim kepada Associated Press (AP) juga mengakui bahwa kemungkinan besar serangan tersebut dilakukan oleh pasukan AS, meskipun penyelidikan resmi masih berlangsung.
Citra satelit dan analisis lintasan rudal juga mendukung kesimpulan bahwa proyektil tersebut datang dari arah yang sesuai dengan operasi militer Amerika pada hari yang sama.
Sekolah Berada Dekat Basis Militer
Sekolah dasar yang terkena dampak diketahui berada di dekat fasilitas angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di kota Minab.
Lokasi yang berdekatan dengan instalasi militer diduga menjadi alasan kompleks tersebut masuk dalam daftar target serangan. Namun sejumlah laporan menyebutkan bahwa bangunan sekolah memiliki akses terpisah dan jelas berfungsi sebagai fasilitas pendidikan sipil.
Menurut laporan media Iran, korban tewas mencapai 165 hingga 175 orang, sebagian besar merupakan anak perempuan usia sekolah dasar antara 7 hingga 12 tahun, menjadikannya salah satu insiden sipil paling mematikan dalam konflik tersebut.
Pernyataan Pemerintah AS
Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya membantah menargetkan sekolah.
Presiden AS Donald Trump bahkan menyatakan bahwa serangan tersebut kemungkinan dilakukan oleh Iran sendiri.
“Kami pikir itu dilakukan oleh Iran… mereka sangat tidak akurat dengan persenjataannya,” kata Trump kepada wartawan.
Meski demikian, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengakui bahwa pasukan mereka meluncurkan rudal Tomahawk di wilayah Minab pada hari yang sama, sehingga memperkuat dugaan keterlibatan militer AS dalam serangan tersebut.
Potensi Pelanggaran Hukum Internasional
Sejumlah pakar hukum internasional menilai insiden ini bisa menjadi pelanggaran serius hukum humaniter internasional jika terbukti bahwa target sipil seperti sekolah terkena serangan tanpa verifikasi yang memadai.
Organisasi hak asasi manusia Human Rights Watch menyerukan penyelidikan independen terkait insiden tersebut.
Peneliti HRW, Sophia Jones, mengatakan:
“Serangan seperti ini harus diselidiki secara menyeluruh dan cepat.”
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga meminta semua pihak untuk melakukan penyelidikan transparan guna menentukan pihak yang bertanggung jawab.
Konflik Iran Semakin Memanas
Serangan di Minab terjadi pada hari pertama gelombang serangan udara besar yang menandai eskalasi konflik antara Iran dengan koalisi Amerika Serikat dan Israel pada 2026.
Insiden tersebut kini menjadi serangan paling mematikan terhadap warga sipil dalam perang yang sedang berlangsung, sekaligus memicu kecaman internasional dan tuntutan penyelidikan independen.
Sementara itu, Pentagon dilaporkan telah memulai penilaian internal untuk menentukan apakah operasi militer AS turut menyebabkan korban sipil di sekolah tersebut.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login