Newestindonesia.co.id, Venezuela telah mengambil langkah penting yang menarik perhatian komunitas internasional dengan membebaskan sejumlah tahanan politik, termasuk tokoh oposisi, jurnalis, dan aktivis hak asasi manusia.
Dilansir melalui Associated Press (9/1), Pemerintah mengatakan pembebasan ini merupakan gestur untuk mencari perdamaian, hanya beberapa hari setelah mantan Presiden Nicolás Maduro ditangkap oleh pasukan Amerika Serikat atas dakwaan perdagangan narkoba.
Menurut pernyataan dari pihak berwenang, pembebasan tersebut mencakup warga Venezuela dan warga asing, termasuk lima warga negara Spanyol. Di antara mereka adalah pengacara dan aktivis HAM Rocío San Miguel, yang sebelumnya ditahan sejak 2024 dan menjadi salah satu tokoh yang paling diperhatikan oleh organisasi internasional.
Pemerintah Venezuela yang dipimpin oleh Presiden sementara Delcy Rodríguez menggambarkan tindakan ini sebagai sinyal niat baik dan langkah menuju rekonsiliasi nasional.
Namun para kelompok HAM dan beberapa pihak oposisi tetap berhati-hati dalam menanggapi perkembangan ini, mengingat masih banyak tahanan politik yang belum dibebaskan.
Tokoh Bebas & Reaksi Internasional
Di antara yang dibebaskan adalah Biagio Pilieri, seorang pemimpin oposisi, dan Enrique Márquez, mantan calon presiden Venezuela. Kelima warga Spanyol yang dibebaskan termasuk Rocío San Miguel, seorang tokoh HAM yang dikenal secara internasional.
Kelompok seperti Foro Penal menyatakan optimisme yang hati-hati dan menyebut pembebasan ini sebagai potensi awal dari pembongkaran sistem penahanan politik yang diduga selama ini digunakan untuk meredam suara oposisi.
Konflik & Tantangan Masih Ada
Meskipun sebagian tahanan politik telah dibebaskan, masih banyak yang tetap berada di dalam penjara, dan situasi politik di Venezuela tetap tegang setelah penangkapan Maduro. Para analis internasional dan pengamat HAM terus mengamati apakah pembebasan ini akan diikuti oleh reformasi politik yang lebih luas dan nyata.
Editor: DAW




You must be logged in to post a comment Login