Saat Trump Bicara Perdamaian, Delapan Warga Tewas Dalam Serangan Israel Di Kota Tyre Lebanon

Saat Trump Bicara Perdamaian, Delapan Warga Tewas dalam Serangan Israel di Kota Tyre Lebanon

Asap dan puing-puing mengepul setelah serangan udara Israel di Tyre pada 9 Juni 2026. [AFP]

Newestindonesia.co.id, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik antara Iran dan Israel telah memasuki tahap akhir. Namun di saat yang sama, eskalasi kekerasan masih terjadi di Lebanon setelah serangan udara Israel di Kota Tyre menewaskan sedikitnya delapan orang.

Trump mengatakan dirinya berada dalam “final throes” atau tahap-tahap terakhir menuju sebuah kesepakatan yang menurutnya akan menjadi perjanjian yang sangat baik bagi kawasan Timur Tengah. Pernyataan itu disampaikan setelah Israel dan Iran menghentikan serangan langsung satu sama lain, sementara pembicaraan tidak langsung masih terus berlangsung.

Dalam pernyataannya, Trump juga mengirim pesan tegas kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Menurut laporan Al Jazeera, Trump memperingatkan bahwa Netanyahu akan “sendirian” jika serangan terhadap Iran kembali dilanjutkan setelah jeda pertempuran saat ini.

“Saya berada dalam tahap akhir dari apa yang akan menjadi kesepakatan yang sangat, sangat baik,” kata Trump mengenai proses negosiasi yang sedang berlangsung, dikutip melalui Al Jazeera, Rabu (10/6/2026)

Delapan Orang Tewas di Tyre

Optimisme Trump terkait perdamaian kontras dengan perkembangan di lapangan. Serangan udara Israel menghantam Kota Tyre di Lebanon selatan dan menewaskan sedikitnya delapan orang serta melukai puluhan lainnya. Kota tersebut menjadi salah satu titik terpanas dalam konflik yang melibatkan Israel dan kelompok Hizbullah yang didukung Iran.

Menurut laporan, Tyre telah beberapa kali menjadi sasaran serangan dalam beberapa hari terakhir. Sedikitnya lima orang dilaporkan tewas sehari sebelumnya, sementara sejumlah paramedis termasuk di antara korban luka. Di wilayah Lebanon lainnya, serangan Israel juga dilaporkan menewaskan sedikitnya sembilan orang pada hari yang sama.

Israel bahkan mengeluarkan perintah evakuasi untuk sebagian wilayah Tyre, termasuk kawasan bersejarah yang selama ini relatif aman dari konflik. Langkah tersebut memicu gelombang pengungsian baru dan meningkatkan kekhawatiran terhadap keselamatan warga sipil.

Baca juga:  Jepang Setujui Paket Stimulus $135,4 Miliar Untuk Pulihkan Ekonomi Yang Lesu

Gencatan Senjata Masih Rapuh

Meski Israel dan Iran menghentikan serangan langsung setelah eskalasi besar beberapa waktu lalu, situasi di kawasan masih jauh dari stabil. Iran memperingatkan bahwa pihaknya dapat kembali melakukan serangan apabila Israel terus melancarkan operasi militer terhadap Hizbullah di Lebanon.

Trump sebelumnya mengumumkan bahwa kedua negara sedang mengupayakan gencatan senjata segera dan pembicaraan damai tahap akhir tengah berlangsung. Namun sejumlah pengamat menilai keberhasilan kesepakatan masih bergantung pada kemampuan para pihak menahan diri dari aksi militer lanjutan.

Dalam perkembangan terpisah, Trump juga menyatakan Selat Hormuz kemungkinan dapat kembali beroperasi normal dalam beberapa hari apabila kesepakatan tercapai. Jalur pelayaran strategis tersebut sempat terganggu akibat meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel yang berdampak terhadap pasar energi global.

PBB Serukan Penghentian Kekerasan

Sekretaris Jenderal António Guterres menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap meningkatnya kekerasan di Timur Tengah. Ia menyerukan penghentian segera seluruh aksi militer di Lebanon, Iran, dan Gaza guna mencegah konflik yang lebih luas.

Guterres juga meminta seluruh pihak menghormati gencatan senjata yang telah disepakati dan memastikan akses kemanusiaan tetap terbuka bagi masyarakat sipil yang terdampak perang.

Sementara upaya diplomasi terus berjalan, perkembangan di Tyre menunjukkan bahwa perdamaian yang diharapkan masih menghadapi tantangan besar. Di tengah klaim Trump bahwa kesepakatan sudah berada di ambang tercapai, suara ledakan dan jatuhnya korban sipil masih mewarnai situasi di Lebanon selatan.

(DAW)