Newestindonesia.co.id, Rusia melancarkan serangan besar-besaran dengan ratusan rudal dan drone semalaman, menghantam wilayah pinggiran ibu kota Ukraina dan menewaskan satu warga sipil, sekaligus menyebabkan kerusakan luas pada rumah tinggal dan infrastruktur energi, menurut pernyataan resmi layanan darurat Ukraina pada Minggu pagi (22/2).
Serangan itu terjadi ketika konflik antara kedua negara telah memasuki tahun ke-empat, dan upaya diplomatik baru-baru ini untuk mengakhiri perang belum menunjukkan terobosan signifikan.
Korban dan Kerusakan
Menurut Layanan Darurat Negara Ukraina seperti diberitakan Associated Press, serangan menghantam setidaknya lima distrik di sekitar Kyiv — termasuk Obukhiv, Brovary, Boryspil, Bucha, dan Fastiv — dan menyebabkan kebakaran di area permukiman.
Seorang warga sipil dinyatakan tewas akibat serangan tersebut. Delapan orang lainnya, termasuk seorang anak, selamat dari reruntuhan bangunan yang hancur.
Di desa Putrivka, tim penyelamat masih bekerja keras menyelamatkan warga yang terperangkap di bawah puing-puing rumah.
Skala Serangan
Angkatan Udara Ukraina melaporkan bahwa 297 drone dan 50 rudal diluncurkan dalam serangan kali ini. Dari total tersebut, sistem pertahanan berhasil menjatuhkan 274 drone dan 33 rudal sebelum mencapai target mereka. Namun, 14 rudal dan 23 drone berhasil memukul 14 lokasi di berbagai wilayah, sementara tiga rudal lainnya belum diketahui posisinya.
Pejabat militer Ukraina menggambarkan intensitas serangan sebagai salah satu gelombang agresi udara yang paling luas dalam beberapa minggu terakhir.
Target Energi dan Infrastruktur
Selain pemukiman, serangan juga menargetkan infrastruktur energi di wilayah selatan Ukraina, khususnya di daerah Odesa. Api besar berkobar di beberapa situs energi, yang kemudian berhasil dipadamkan oleh tim pemadam kebakaran setempat.
Seorang pejabat layanan darurat menyatakan, “Serangan ini jelas menargetkan sistem energi kami, yang bertujuan untuk melemahkan ketahanan rakyat Ukraina menghadapi musim dingin.”
Konteks Perang yang Masih Berlanjut
Empat tahun setelah invasi penuh Rusia ke Ukraina, serangan udara terhadap kota-kota Ukraina tetap tak terputus. Selama tahun terakhir, serangan yang menargetkan jaringan energi telah meninggalkan banyak warga tanpa listrik dan pemanas saat musim dingin melanda negara itu.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy melalui pesan di Telegram menyampaikan duka cita kepada keluarga korban dan menegaskan bahwa Ukraina akan terus memperkuat pertahanan udara negaranya.
Insiden Tak Terkait di Lviv
Secara terpisah, ledakan besar di kota Lviv di barat Ukraina menewaskan satu orang dan melukai 25 lainnya. Zelenskyy mengatakan bahwa pihak berwenang telah menangkap seorang tersangka terkait kejadian ini, yang menurut pihaknya bukan bagian dari gelombang serangan udara Rusia.
Serangan drone dan rudal Rusia terhadap wilayah sipil dan infrastruktur di Ukraina — terutama di pinggiran Kyiv — menandai eskalasi baru dalam konflik yang telah berlarut. Dampaknya tidak hanya menyebabkan korban jiwa dan kerusakan material, tetapi juga memperburuk kondisi musim dingin yang menekan warga sipil. Meskipun upaya diplomatik terus dijalankan, kenyataannya pertikaian bersenjata masih jauh dari kata mereda.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login