Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Internasional

Penemuan Mumi Cheetah Di Gua Saudi Arabia Ungkap Populasi Yang Hilang

Gambar tanpa tanggal ini, yang disediakan oleh Communications Earth and Environment, menunjukkan sisa-sisa mumi seekor cheetah. (Ahmed Boug/Communications Earth and Environment via AP)

Newestindonesia.co.id, Ilmuwan menemukan sisa-sisa mumi cheetah (macan tutul cheetah) di sebuah jaringan gua di utara Arab Saudi, dekat kota Arar. Penemuan ini melibatkan tujuh mumi yang diawetkan secara luar biasa dan juga tulang dari 54 cheetah lainnya. Diperkirakan usia mumi tersebut berkisar antara sekitar 130 hingga lebih dari 1.800 tahun.

Proses mumi biasanya diketahui dari Mesir kuno, namun dapat terjadi secara alami di kondisi tertentu seperti es, pasir gurun, atau lumpur tertentu. Cheetah-cheetah ini memiliki mata keruh dan anggota tubuh yang menyusut, tampak seperti kulit kering yang mengerut akibat proses pengeringan alami.

Dilansir melalui Associated Press (17/1), Para peneliti belum mengetahui pasti bagaimana hewan-hewan ini bisa termumi di gua tersebut, namun suhu yang stabil dan kondisi kering di dalam gua mungkin berperan besar dalam proses ini, menurut studi yang dipublikasikan di jurnal Communications Earth and Environment.

Misteri lain adalah alasan banyaknya cheetah yang terkumpul di gua itu. Salah satu hipotesis menyatakan bahwa gua mungkin pernah menjadi tempat perlindungan atau sarang bagi induk cheetah beserta anaknya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Penemuan ini menjadi luar biasa karena biasanya bangkai hewan besar cepat rusak akibat pemangsa atau pembusukan. Untuk pertama kalinya, ilmuwan juga dapat melakukan analisis genetik terhadap mumi cheetah besar secara alami, dan menemukan bahwa genetiknya paling mirip dengan cheetah modern dari Asia dan Afrika barat laut.

Cheetah pernah hidup luas di sebagian besar Afrika dan Asia, termasuk Jazirah Arab. Saat ini, hewan ini hanya hidup di sekitar 9% dari area asalnya dan belum terlihat di Semenanjung Arab selama beberapa dekade karena kehilangan habitat, perburuan tidak terkontrol, dan berkurangnya mangsa.

Baca juga:  Eropa Dalam Dilema Strategis: Melindungi Ukraina Dari Putin Dan Greenland Dari Trump

Penelitian dan pemahaman baru ini dapat membantu upaya pelestarian dan mungkin reintroduksi spesies di wilayah asalnya yang telah hilang.

Editor: DAW

Advertisement. Scroll to continue reading.
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Editor Picks

Bisnis

Newestindonesia.co.id, Bank Mandiri merayakan ulang tahun ke-27 pada Kamis (2/10/2025) dengan mengusung tema Sinergi Majukan Negeri”. Perayaan ulang tahun Bank Mandiri dikemas dalam program bertajuk “HUT...

Regional

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengatakan, Mau sampai kiamat tinggal dua hari pun mafia tanah tidak akan bisa diatasi....

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Cuaca panas yang kerap melanda berbagai wilayah dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan tubuh, khususnya pada kulit. Paparan sinar matahari yang terik berpotensi memicu...

Selebriti

Newestindonesia.co.id, MSbreewc, nama asli Bree Wales Covington, lahir pada 1 Februari 2001 di Singapura (meskipun lahir di Jakarta dan besar berpindah-pindah, beberapa bio menyebut...

Advertisement