Newestindonesia.co.id, Pemerintah Kota Osaka tercengang setelah menerima donasi emas batangan senilai 560 juta yen atau sekitar Rp55 miliar dari seorang dermawan anonim untuk membantu memperbaiki infrastruktur pipa air yang sudah tua dan rawan bocor. Donasi tersebut diterima oleh Biro Perairan Kota Osaka pada November 2025 lalu, dan diumumkan kepada publik oleh Wali Kota Hideyuki Yokoyama pada konferensi pers di Tokyo, Jumat (20/2/2026).
Donasi berupa 21 kilogram emas batangan itu diminta khusus penggunaannya: untuk modernisasi jaringan pipa air kota Osaka, yang menurut pejabat daerah membutuhkan investasi besar mengingat semakin seringnya kebocoran dan kerusakan.
“Ini adalah jumlah yang sangat besar dan saya sampai kehilangan kata-kata,” kata Wali Kota Hideyuki Yokoyama kepada wartawan, mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Menangani pipa air yang menua memerlukan investasi besar, dan saya sangat berterima kasih atas donasi ini,” dikutip melalui Associated Press.
Krisis Infrastruktur Air yang Memburuk
Osaka, kota terbesar ketiga di Jepang dengan populasi sekitar 2,8 juta jiwa, sedang menghadapi tantangan serius terkait usia jaringan airnya. Menurut pejabat Biro Perairan, Eiji Kotani, dalam tahun fiskal yang berakhir Maret 2025, tercatat 92 kasus kebocoran pipa di bawah jalan umum kota — angka yang menunjukkan betapa mendesaknya kebutuhan perbaikan infrastruktur.
“Sebagian besar infrastruktur publik Jepang dibangun pada masa pertumbuhan ekonomi pascaperang,” jelas Kotani. “Karena perkembangan urban Osaka dimulai lebih awal dibanding kota-kota lain, jaringan pipa air juga lebih cepat menua.”
Kotani memperkirakan bahwa Osaka perlu mengganti sekitar 259 kilometer pipa air, dengan biaya sekitar 500 juta yen untuk setiap segmen sepanjang 2 kilometer. Jika semua jaringan yang rusak diganti, dana yang dibutuhkan akan jauh melampaui jumlah yang didonasikan.
Latar Belakang Kekhawatiran Publik
Kekhawatiran terhadap kondisi infrastruktur air Jepang meningkat setelah sebuah insiden lubang raksasa (sinkhole) di Saitama, yang terkait kerusakan saluran pembuangan, menelan korban jiwa pada 2025. Meskipun kejadian itu bukan di Osaka, insiden tersebut memperkuat sorotan publik mengenai potensi bahaya jaringan pipa tua di kota-kota besar seperti Osaka.
Apa Selanjutnya?
Pemerintah Kota Osaka menyatakan akan menghormati keinginan sang donor anonim dan menggunakan emas tersebut sesuai tujuan: untuk mempercepat perbaikan sistem distribusi air dan mengurangi risiko kerusakan lebih lanjut. Namun, pejabat daerah juga memperingatkan bahwa tantangan yang ada memerlukan lebih dari sekadar satu donasi besar.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login