Newestindonesia.co.id, Biro Investigasi Federal (FBI) membuka penyelidikan terhadap seorang pejabat senior kontraterorisme Amerika Serikat (AS) yang mengundurkan diri setelah mengkritik perang melawan Iran.
Pejabat tersebut adalah Joseph Kent, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional (NCTC). Ia resmi mundur pada Selasa (17/3/2026) dan menyampaikan alasan pengunduran dirinya melalui surat kepada Presiden AS Donald Trump.
Dalam surat itu, Kent menyatakan tidak dapat mendukung kebijakan perang terhadap Iran.
“Saya tidak dapat dengan hati nurani yang baik mendukung perang yang sedang berlangsung di Iran,” tulis Kent dikutip melalui AFP.
Ia juga menilai bahwa Iran tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap Amerika Serikat.
“Iran tidak menimbulkan ancaman langsung bagi negara kita,” ujarnya.
Kent bahkan menyinggung bahwa keputusan perang dipengaruhi faktor eksternal.
“Jelas bahwa kita memulai perang ini karena tekanan dari Israel dan lobi Amerika yang kuat,” katanya.
FBI Sudah Selidiki Sebelum Mundur
Menurut laporan sejumlah media Amerika Serikat, penyelidikan terhadap Kent sebenarnya telah berlangsung sebelum ia resmi mengundurkan diri.
Sumber yang mengetahui kasus tersebut menyebut investigasi sudah berjalan selama berbulan-bulan. Dugaan yang muncul berkaitan dengan kemungkinan kebocoran informasi rahasia.
Namun hingga kini, pihak FBI belum memberikan pernyataan resmi terkait detail penyelidikan tersebut.
Respons Trump dan Gedung Putih
Presiden Donald Trump menanggapi pengunduran diri Kent dengan nada kritik. Ia menyebut mantan pejabat tersebut lemah dalam urusan keamanan nasional.
Trump juga menyatakan bahwa keluarnya Kent justru merupakan hal yang baik bagi pemerintahannya.
Sementara itu, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt membantah keras pernyataan Kent terkait alasan perang dengan Iran.
Ia menegaskan bahwa keputusan militer diambil berdasarkan bukti kuat.
“Presiden memiliki bukti yang kuat dan meyakinkan bahwa Iran akan menyerang Amerika Serikat terlebih dahulu,” ujar Leavitt.
Leavitt juga menyebut tudingan bahwa perang dipengaruhi pihak lain sebagai klaim yang “menghina dan menggelikan”.
Profil dan Peran Strategis Kent
Joseph Kent merupakan sosok penting dalam struktur keamanan nasional AS. Ia memimpin NCTC, lembaga yang bertugas menganalisis ancaman terorisme global dan mengoordinasikan respons pemerintah.
Dalam perannya, Kent juga menjadi penasihat utama kontraterorisme bagi Presiden AS.
Ia dikenal sebagai mantan anggota pasukan khusus dengan pengalaman panjang di bidang keamanan dan intelijen.
Dampak Politik dan Keamanan
Kasus ini menyoroti adanya perbedaan pandangan di internal pemerintahan AS terkait konflik dengan Iran.
Pengunduran diri pejabat senior sekaligus penyelidikan FBI berpotensi menambah tekanan politik di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Selain itu, isu kebocoran informasi sensitif juga dapat berdampak pada kepercayaan publik terhadap institusi keamanan nasional AS.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login