Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Internasional

Iran Ejek Ultimatum 48 Jam Trump: “Ancaman Bodoh Dan Tak Berdaya”

DAVOS SWISS   22 Januari Memar terlihat di punggung tangan kiri Presiden AS Donald Trump selama upacara penandatanganan Dewan Perdamaian di Forum Ekonomi Dunia WEF pada 22 Januari 2026 di Davos Swiss Dewan Perdamaian yang didukung AS ini dimaksudkan untuk mengelola gencatan senjata yang rapuh di Jalur Gaza setelah perang antara Israel dan Hamas Susunan akhir dewan tersebut belum dikonfirmasi Foto oleh Chip SomodevillaGetty Images
DAVOS, SWISS - 22 Januari: Memar terlihat di punggung tangan kiri Presiden AS Donald Trump selama upacara penandatanganan "Dewan Perdamaian" di Forum Ekonomi Dunia (WEF) pada 22 Januari 2026 di Davos, Swiss. "Dewan Perdamaian" yang didukung AS ini dimaksudkan untuk mengelola gencatan senjata yang rapuh di Jalur Gaza setelah perang antara Israel dan Hamas. Susunan akhir dewan tersebut belum dikonfirmasi. (Foto oleh Chip Somodevilla/Getty Images)

Newestindonesia.co.id, Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah ultimatum 48 jam yang dilontarkan Presiden AS Donald Trump justru dibalas dengan kecaman keras dari pihak militer Iran.

Komando militer pusat Iran secara tegas mengabaikan ancaman Trump yang sebelumnya menyatakan akan menghancurkan infrastruktur vital Iran jika negara tersebut tidak membuka Selat Hormuz dan menyepakati kesepakatan damai dalam batas waktu yang ditentukan.

Dilansir AFP, Minggu (5/4/2026), Jenderal Ali Abdollahi Aliabadi dari Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya menyebut pernyataan Trump sebagai tindakan yang tidak rasional.

Ia menilai ancaman tersebut sebagai “tindakan yang tidak berdaya, gugup, tidak seimbang, dan bodoh”.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Tak hanya itu, Aliabadi juga menanggapi gaya bahasa religius yang digunakan Trump dalam unggahan media sosialnya. Ia bahkan memberikan peringatan balik dengan nada keras.

“Makna sederhana dari pesan ini adalah bahwa pintu neraka akan terbuka untuk Anda,” ujarnya.

Ultimatum 48 Jam Trump

Sebelumnya, Trump memberikan ultimatum kepada Iran untuk membuka Selat Hormuz dalam waktu 48 jam. Ia memperingatkan bahwa konsekuensi besar akan terjadi jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi.

Melalui platform Truth Social miliknya, Trump menulis:

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Waktu hampir habis — 48 jam sebelum semua Neraka akan menimpa mereka,” tulisnya, seraya menambahkan, “Segala kemuliaan bagi TUHAN!”

Ancaman ini merupakan kelanjutan dari pernyataan Trump sejak Maret lalu, di mana ia sempat mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik Iran jika akses Selat Hormuz tidak dibuka sepenuhnya.

Latar Belakang Ketegangan

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis perdagangan energi global. Ketegangan meningkat setelah Iran menutup akses di wilayah tersebut, yang berdampak besar terhadap distribusi minyak dunia.

Baca juga:  Elon Musk Resmi Mundur Dari Pemerintahan Trump, Merasa Frustasi

Dalam beberapa pekan terakhir, konflik antara kedua negara terus meningkat, termasuk ancaman serangan terhadap infrastruktur vital serta wacana operasi militer yang lebih luas.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Meski sempat muncul sinyal adanya negosiasi dan penundaan serangan, retorika keras dari kedua pihak menunjukkan situasi masih jauh dari mereda.

Respons Iran: Tidak Gentar

Respons Iran yang menyebut ancaman Trump sebagai “bodoh” menegaskan sikap keras Teheran terhadap tekanan Washington.

Aliabadi menilai pernyataan Trump justru mencerminkan kepanikan dan ketidakseimbangan dalam menghadapi situasi konflik yang terus berkembang.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa Iran tidak akan tunduk terhadap ultimatum sepihak, bahkan siap menghadapi eskalasi lebih lanjut jika diperlukan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

(DAW)

Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Internasional

Newestindonesia.co.id, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengeluarkan pernyataan keras terhadap Iran di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Pernyataan tersebut...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel semakin memakan korban sipil, termasuk dari sektor pendidikan. Sedikitnya 310 siswa dan guru dilaporkan...

Hiburan

Newestindonesia.co.id, Tekanan terhadap penyelenggara festival musik di London terus meningkat untuk mencoret rapper asal Amerika Serikat, Kanye West—yang kini dikenal sebagai Ye—dari posisi headliner...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, melontarkan pernyataan keras terkait konflik yang terus memanas dengan Iran. Ia menyebut militer Israel akan mengejar hingga membunuh...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengusulkan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menghentikan penugasan pasukan perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL)...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Teheran melontarkan ancaman keras kepada Presiden AS Donald Trump terkait potensi serangan terhadap infrastruktur...

Otomotif

Newestindonesia.co.id, Produsen otomotif global Hyundai mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara penjualan SUV andalannya, Hyundai Palisade model tahun 2026 di Amerika Serikat. Keputusan ini...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Sekitar 20 kapal dari Prancis resmi berlayar dari Pelabuhan Marseille untuk bergabung dalam armada internasional Global Sumud Flotilla, sebuah misi kemanusiaan yang bertujuan...

Advertisement