Newestindonesia.co.id, Amerika Serikat dan Rusia sepakat untuk melanjutkan dialog militer tingkat tinggi setelah pertemuan antara pejabat militer kedua negara berlangsung di Abu Dhabi, sekaligus menjadi bagian dari putaran baru pembicaraan damai yang melibatkan delegasi Ukraina. Kesepakatan ini diharapkan dapat mengurangi risiko insiden dan salah perhitungan di tengah konflik yang masih berkecamuk di Ukraina.
Kesepakatan yang Direstorasi
Dilansir melalui Associated Press (5/2), Pernyataan resmi dari Komando Militer Eropa AS menyebutkan dialog baru ini akan membuka saluran komunikasi militer-ke-militer yang konsisten, sebagai bagian dari upaya menuju perdamaian yang lebih langgeng. Komunikasi semacam ini sempat dihentikan sejak 2021, ketika hubungan antara Washington dan Moskow memanas sebelum invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada Februari 2022.
Menurut Komando Militer Eropa AS, dialog tersebut akan membantu kedua belah pihak menghindari kesalahan persepsi dan eskalasi yang tidak diinginkan di lapangan.
Pembicaraan Trilateral di Abu Dhabi
Kesepakatan dialog ini tercapai saat pertemuan yang mempertemukan pejabat militer Amerika, Rusia dan Ukraina untuk melanjutkan pembicaraan damai mengenai perang yang telah berlangsung hampir empat tahun. Steve Witkoff, utusan khusus AS untuk Ukraina, serta Jared Kushner turut hadir dalam perundingan ini di ibu kota Uni Emirat Arab tersebut.
Selain dialog militer yang disetujui, pertemuan tersebut juga menghasilkan pertukaran tawanan perang antara Rusia dan Ukraina. Masing-masing negara sepakat melepas 157 narapidana militer, serta sejumlah warga sipil yang ikut dalam kesepakatan itu.
Latar Belakang Konflik yang Masih Berkecamuk
Sementara pembicaraan damai berlangsung, konflik di medan tempur terus berlanjut. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam pernyataannya menyebut bahwa sekitar 55.000 tentara Ukraina telah tewas, jumlah besar prajurit Rusia juga dilaporkan tewas menurut estimasi AS, meskipun Rusia menyanggah angka tersebut. Civilians juga mengalami korban yang signifikan dalam perang ini.
Zelensky menegaskan tuntutan Ukraina untuk mendapatkan jaminan keamanan yang kuat dari para sekutu Barat, sambil menolak sejumlah syarat dari Rusia yang dianggap tidak dapat diterima, termasuk pelepasan wilayah yang disengketakan seperti wilayah timur Donbas dan Zaporizhzhia.
Tantangan Diplomatik yang Masih Ada
Meski kesepakatan untuk menghidupkan kembali jalur dialog militer dan pertukaran tawanan merupakan langkah positif, sejumlah hambatan besar masih menghambat tercapainya gencatan senjata atau perdamaian permanen. Termasuk di antaranya, ketidaksepakatan atas kontrol wilayah yang disengketakan serta tuntutan politik yang saling bertentangan dari kedua belah pihak.
Pembicaraan damai yang dipimpin oleh Amerika di Abu Dhabi ini merupakan kelanjutan dari serangkaian perundingan trilateral yang dilaksanakan beberapa pekan terakhir dan merupakan indikator bahwa upaya diplomasi masih berjalan meski menghadapi sejumlah kesulitan yang rumit.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login