Newestindonesia.co.id, Serangan udara Israel kembali menghantam ibu kota Lebanon, Beirut, dan sejumlah wilayah lain pada Rabu (18/3/2026), menewaskan sedikitnya enam orang serta melukai puluhan lainnya dalam eskalasi terbaru konflik di kawasan tersebut.
Mengutip laporan Al Jazeera, serangan intens terjadi sepanjang malam dan menyasar berbagai lokasi, termasuk pusat kota Beirut, wilayah selatan, hingga bagian timur Lebanon.
Koresponden Al Jazeera di Beirut, Zeina Khodr, melaporkan bahwa salah satu bangunan tinggi di pusat kota hancur total akibat serangan udara tersebut.
“Anda bisa melihat kerusakan luas di seluruh lingkungan ini,” ujar Khodr dari lokasi serangan.
Ia menjelaskan bahwa bagian bawah gedung tersebut sebelumnya sudah pernah dibombardir, namun dalam serangan terbaru bangunan itu benar-benar runtuh.
Korban Tewas Termasuk Tokoh Media
Media yang berafiliasi dengan Hizbullah, Al-Manar TV, melaporkan bahwa salah satu korban tewas adalah direktur program politik mereka, Mohammad Shari, yang meninggal bersama istrinya akibat serangan di kawasan Zuqaq al-Blat, Beirut.
Sementara itu, anak-anak dan cucunya dilaporkan mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.
Serangan Meluas ke Selatan dan Timur Lebanon
Tak hanya di Beirut, serangan Israel juga menyasar wilayah lain di Lebanon.
Di wilayah timur, tepatnya di Baalbek, serangan udara menghantam bangunan permukiman di kawasan Ras al-Ain dan menewaskan sedikitnya empat orang serta melukai tujuh lainnya.
Selain itu, serangan di kota Sahmar, Lembah Bekaa, dilaporkan menewaskan sedikitnya empat orang setelah empat rumah menjadi target pemboman.
Secara keseluruhan, gelombang serangan Israel pada hari yang sama dilaporkan menewaskan lebih dari 20 orang di seluruh Lebanon, menurut otoritas kesehatan setempat.
Israel Klaim Targetkan Infrastruktur Hizbullah
Militer Israel mengklaim bahwa serangan tersebut menyasar infrastruktur dan aset keuangan milik kelompok Hizbullah. Salah satu bangunan yang dihancurkan disebut digunakan untuk menyimpan dana organisasi tersebut.
Namun, serangan di wilayah padat penduduk kembali memicu kekhawatiran terhadap tingginya korban sipil dalam konflik yang terus meluas.
Situasi Kian Memanas dan Warga Mengungsi
Menurut laporan di lapangan, Israel juga disebut menjalankan strategi penghancuran dan pengusiran warga di wilayah selatan Lebanon guna mencegah penduduk kembali ke rumah mereka.
Konflik ini merupakan bagian dari eskalasi yang lebih luas di Timur Tengah, yang melibatkan Israel, Hizbullah, dan sekutu regional lainnya, serta berdampak besar terhadap kondisi kemanusiaan di Lebanon.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login