Newestindonesia.co.id, Sebuah pesawat militer Amerika Serikat (AS) mengalami kecelakaan saat latihan darurat di Filipina yang membuat lima personel militer Amerika luka-luka, Rabu (25/2/2026). Insiden terjadi ketika pesawat angkut militer tersebut menabrak pembatas beton pada saat mencoba melakukan lepas landas dari jalan raya yang berfungsi sebagai zona pendaratan alternatif.
Peristiwa itu berlangsung Selasa (24/2) sore waktu setempat di kota Laoac, Provinsi Pangasinan, Filipina utara. Menurut laporan Associated Press, pesawat tersebut sedang menjalani latihan kontinjensi yang bertujuan melatih kemampuan pendaratan dan lepas landas dari lokasi selain bandara dalam situasi darurat seperti bencana alam.
Para pejabat Filipina yang diwawancarai, namun tidak disebut namanya, menyatakan latihan telah direncanakan dan dikoordinasikan sepenuhnya dengan otoritas sipil, polisi, dan militer setempat. Pesawat angkut tersebut diketahui berhasil mendarat dengan pengawasan sebelum kemudian mengalami kendala saat lepas landas.
Korban dan Penanganan Medis
Lima personel militer AS yang berada di dalam pesawat langsung ditangani setelah kecelakaan. Tiga dari mereka, termasuk pilot, dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan intensif karena mengalami luka lebih serius. Dua lainnya mendapatkan perawatan medis di lokasi kejadian karena luka ringan.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak militer AS ataupun pejabat Filipina mengenai penyebab pasti insiden tersebut. Investigasi lebih lanjut tengah berlangsung untuk mengetahui faktor yang berkontribusi pada tabrakan dengan pembatas beton tersebut.
Latihan Militer dan Kerjasama AS–Filipina
Latihan semacam ini merupakan bagian dari program pelatihan bersama antara militer AS dan Filipina berdasarkan Visiting Forces Agreement tahun 1999, yang memperbolehkan pasukan AS melakukan operasi dan latihan di wilayah Filipina. Kerjasama militer kedua negara bertujuan memperkuat keamanan regional, termasuk kesiapsiagaan menghadapi bencana serta menjaga stabilitas di kawasan seperti Laut China Selatan.
Latihan tersebut juga dirancang untuk membantu pasukan militer kedua negara bersiap menghadapi berbagai skenario darurat, terutama ketika fasilitas umum seperti bandara utama tidak dapat digunakan akibat kondisi ekstrem seperti topan atau gempa bumi.
Respons dan Penyelidikan
Otoritas setempat menyatakan tim penyelidik kini sedang bekerja untuk menentukan penyebab insiden. Investigasi difokuskan pada sejumlah kemungkinan, termasuk kondisi cuaca, prosedur operasional, dan faktor teknis pesawat. Perkembangan hasil penyelidikan diharapkan akan diumumkan oleh pihak berwenang dalam beberapa hari mendatang.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login