Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Kesehatan

Apa Itu Bell’s Palsy? Pengertian, Penyebab, Dan Cara Mengobatinya

Foto: iStock/Doucefleur

Newestindonesia.co.id, Bell’s Palsy adalah kondisi kelumpuhan atau kelemahan mendadak pada salah satu sisi otot wajah. Penderita sering kali terlihat seperti wajahnya menurun di satu sisi, sulit tersenyum, menutup mata, atau menggerakkan bibir. Kondisi ini biasanya bersifat sementara dan dapat sembuh dengan pengobatan yang tepat.

Pengertian Bell’s Palsy

Bell’s Palsy terjadi ketika saraf wajah (nervus fasialis) mengalami peradangan atau tekanan, sehingga sinyal dari otak ke otot wajah terganggu. Akibatnya, otot pada salah satu sisi wajah tidak bisa berfungsi normal.
Kondisi ini bisa terjadi secara tiba-tiba, bahkan saat seseorang bangun tidur di pagi hari.

Penyebab Bell’s Palsy

Penyebab pasti Bell’s Palsy belum diketahui secara pasti, namun beberapa faktor berikut sering dikaitkan dengan kemunculannya:

  1. Infeksi virus seperti herpes simplex (penyebab luka di bibir), herpes zoster, atau influenza.
  2. Sistem imun melemah, misalnya karena stres atau kelelahan.
  3. Paparan dingin berlebihan, seperti tidur di bawah AC langsung atau terkena angin malam.
  4. Peradangan pada saraf wajah yang mengganggu aliran darah ke jaringan saraf.

Gejala Bell’s Palsy

Beberapa gejala umum yang dapat dirasakan penderita Bell’s Palsy antara lain:

  • Wajah terlihat miring atau turun di satu sisi.
  • Sulit menutup salah satu mata.
  • Air liur menetes tanpa sadar.
  • Kesulitan berbicara atau makan.
  • Kehilangan kemampuan mengecap rasa di sebagian lidah.
  • Nyeri di belakang telinga atau rahang.

Gejala biasanya muncul tiba-tiba dalam waktu 24–48 jam.

Cara Mengobati Bell’s Palsy

Penanganan Bell’s Palsy bertujuan untuk mengurangi peradangan saraf dan membantu pemulihan fungsi otot wajah. Berikut beberapa cara umum pengobatannya:

Advertisement. Scroll to continue reading.

Obat-obatan

  • Kortikosteroid seperti prednison dapat mengurangi peradangan saraf.
  • Antivirus diberikan jika dicurigai infeksi virus herpes sebagai penyebab.
  • Obat pereda nyeri bila disertai rasa nyeri di area telinga atau wajah.
Baca juga:  Apa Itu TBC? Penyebab, Gejala, Dan Cara Penyembuhannya

2. Fisioterapi

Terapi wajah atau senam otot wajah sangat membantu mempercepat pemulihan. Fisioterapis akan mengajarkan latihan seperti:

  • Mengangkat alis, tersenyum, atau meniup pipi.
  • Memijat lembut bagian wajah yang lemah.

3. Perawatan Mata

Jika mata sulit menutup, gunakan tetes mata pelumas atau penutup mata saat tidur agar tidak kering dan terinfeksi.

4. Perawatan di Rumah

  • Hindari paparan udara dingin langsung ke wajah.
  • Konsumsi makanan bergizi dan cukup istirahat.
  • Hindari stres berlebih karena dapat memperlambat penyembuhan.

Berapa Lama Bell’s Palsy Bisa Sembuh?

Sebagian besar penderita membaik dalam 2 hingga 3 minggu, dan sembuh total dalam waktu 3 hingga 6 bulan. Namun, pada kasus yang berat, gejala dapat bertahan lebih lama atau meninggalkan sedikit kelumpuhan permanen.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksa ke dokter jika:

  • Wajah tiba-tiba lumpuh dalam waktu singkat.
  • Kelumpuhan terjadi di kedua sisi wajah.
  • Disertai gejala lain seperti pusing, sulit bicara, atau kelemahan di tangan dan kaki.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin menyarankan tes tambahan seperti MRI atau CT scan untuk memastikan diagnosis.

Kesimpulan

Bell’s Palsy adalah kelumpuhan sementara pada otot wajah akibat gangguan saraf. Meski bisa sembuh dengan sendirinya, pengobatan dini dan fisioterapi rutin dapat mempercepat pemulihan dan mencegah komplikasi.

Jadi, bila wajah tiba-tiba terasa kaku atau menurun di satu sisi, segera konsultasikan ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Sumber: Berbagai Sumber, Editor: DAW

Advertisement. Scroll to continue reading.
Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Regional

Newestindonesia.co.id, Kasus meninggalnya seorang dokter muda di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menjadi sorotan publik. Dokter internship berinisial AMW (25) dilaporkan meninggal dunia setelah terkonfirmasi...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Onani atau masturbasi adalah aktivitas seksual yang umum dilakukan oleh pria maupun wanita untuk mencapai kepuasan seksual tanpa pasangan. Dalam dunia medis, aktivitas...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Varian baru COVID-19 yang dijuluki “Cicada” (BA.3.2) mulai terdeteksi di berbagai wilayah Amerika Serikat dan menjadi perhatian otoritas kesehatan global. Berdasarkan laporan USA...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Banyak pria mengira bahwa mandi sudah cukup untuk menjaga kebersihan seluruh tubuh, termasuk area vital. Namun, bagaimana jika setelah mandi justru muncul bau...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Banyak perempuan merasa bingung dan tidak nyaman ketika mengalami vagina berbau tidak sedap, padahal sudah rutin mandi dan menjaga kebersihan tubuh. Kondisi ini...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, HIV-AIDS masih menjadi salah satu masalah kesehatan global yang membutuhkan perhatian serius. Meski pengetahuan masyarakat tentang penyakit ini semakin meningkat, masih banyak orang...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Wabah meningitis di wilayah Kent, Inggris, menewaskan sedikitnya dua orang dan menyebabkan sejumlah kasus infeksi lainnya. Otoritas kesehatan mengingatkan bahwa penyakit ini dapat...

Kesehatan

Newestindonesia.co.id, Banyak orang pernah mengalami sensasi aneh saat hampir tertidur: tubuh tiba-tiba tersentak, seperti terjatuh dari ketinggian, lalu langsung terbangun dengan rasa kaget. Fenomena...

Advertisement