Blak-blakan Luhut Soal Program MBG: Kurang Piloting, Akui Pemerintah Kurang Matang Di Tahap Awal

Luhut Binsar Pandjaitan

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, saat ditemui di kantor DEN Jakarta Pusat, Jumat (13/2/2026)(KOMPAS.com/SUPARJO RAMALAN)

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, secara terbuka mengakui bahwa implementasi program prioritas pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), belum berjalan sepenuhnya mulus. Luhut mengungkapkan adanya sejumlah persoalan di lapangan yang saat ini memerlukan pembenahan mendalam akibat perencanaan di tingkat awal yang dinilai kurang matang.

Evaluasi Perencanaan dan Hambatan di Wilayah 3T

Menurut Luhut, berbagai hambatan dalam pelaksanaan program nasional ini sebenarnya dapat diantisipasi sejak awal. Ia menyayangkan ketiadaan kajian komprehensif serta uji coba (piloting) berskala memadai sebelum program digulirkan secara masif ke masyarakat. Dampaknya, energi pemerintah dinilai habis untuk menyelesaikan silang pendapat internal yang tidak substansial.

“Jadi kita habis waktu bertengkar sesama kita, yang sebenarnya enggak perlu terjadi kalau dari awal perencanaannya, studinya, dilakukan dengan proper. Jadi masalah kita adalah ide-ide besar presiden tidak kita siapkan perencanaannya yang matang. Itu salah kita semua lah,” ujar Luhut dalam sebuah seminar di kantornya, Kamis (25/6/2026) dikutip melalui Kompas.

Salah satu titik krusial yang menjadi sorotan tajam dari hasil evaluasi DEN adalah distribusi program di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Luhut membeberkan adanya ketidakakuratan data lapangan yang baru teridentifikasi justru setelah anggaran negara dicairkan ke wilayah-wilayah tersebut.

“Karena ini sudah kejadian, enggak bisa dipotong begitu saja. karena tadi apa? Karena 3T yang dibilang itu ternyata banyak yang enggak benar, padahal sudah keluar uangnya,” ucap Luhut menambahkan.

Koordinasi Lintas Sektoral dan Pemetaan 800 Titik

Menyikapi kekeliruan data yang telah terjadi, Luhut menegaskan bahwa fokus pemerintah saat ini difokuskan pada pencarian solusi konkret ketimbang memperpanjang polemik internal. DEN secara aktif terus memberikan rekomendasi strategis kepada tim penyelenggara MBG, termasuk berkoordinasi intensif dengan Badan Gizi Nasional (BGN) serta kementerian teknis terkait.

Baca juga:  PAUD Nurul Almi Terima Bantuan Alat Marching Band Dari Legislator Gerindra

“Tim Makan Bergizi juga undang Dewan Ekonomi tadi malam rapat dan kita memberikan masukan-masukan, terpaksa memperbaiki yang sebenarnya enggak perlu diperbaiki kalau kita mulai dari nol, daerah 3T misalnya,” ungkapnya.

Sebagai bentuk komitmen perbaikan mutu program, DEN telah merampungkan kajian independen di sekitar 800 titik strategis di seluruh wilayah Indonesia. Langkah ini diambil guna memetakan sebaran kantong kemiskinan secara akurat, sekaligus memastikan penyaluran dana dan logistik MBG ke depan bisa lebih tepat sasaran.

Optimisme Satu Tahun ke Depan

Kendati menyisakan banyak catatan korektif, Luhut menilai respons dan tata kelola yang dijalankan oleh manajemen MBG saat ini sudah berada di jalur yang benar. Pemerintah optimistis dampak positif pembenahan sistemik ini akan mulai terlihat secara nyata dalam kurun waktu satu tahun ke depan.

“Jadi kita evaluasi satu-satu, dan apa yang sudah dibuat oleh MBG, saya kira sudah bagus sekarang. Tinggal kita poles kiri-kanan, kiri-kanan. Saya kira dalam setahun terdepan akan kelihatan lebih baik,” jelas Luhut.

Mengakhiri keterangannya, Ketua DEN tersebut mengimbau publik untuk memberikan ruang dan waktu bagi pemerintah dalam mengevaluasi tata kelola program MBG secara menyeluruh, serta menghindari sentimen negatif yang prematur.

“Jadi kita tidak perlu terlalu cepat buruk sangka lah mengenai ini. Memang kemarin kita mungkin kurang karena langsung bikin gede, tanpa melakukan piloting. tapi saya berharap sekarang perbaikan-perbaikan yang terjadi. karena MBG yang undang kami memberikan presentasi dan masukan, dan kami memberikan presentasi dan masukan, dan mereka sudah sangat welcome,” pungkasnya.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement