Kim Jae-joong Comeback Ke Layar Lebar Lewat Film Horor Okultisme “The Shrine”

Kim Jae-joong Comeback Ke Layar Lebar Lewat Film Horor Okultisme “The Shrine”

Aktor Kim Jae-joong (kiri) dan Kong Seong-ha dalam sebuah adegan dari drama “The Shrine” / Courtesy of Library Company

Newestindonesia.co.id, Penyanyi sekaligus aktor Korea Selatan Kim Jae-joong kembali ke layar lebar setelah absen selama 14 tahun melalui film horor spiritual terbaru berjudul The Shrine. Film garapan sutradara Jepang Kazuyoshi Kumakiri tersebut menghadirkan perpaduan unik antara atmosfer horor Jepang atau J-horror dengan elemen okultisme khas Korea.

The Shrine menjadi film pertama Kim sejak membintangi komedi Code Name: Jackal pada 2012. Kembalinya Kim ke dunia perfilman menarik perhatian karena proyek ini melibatkan kolaborasi lintas negara yang cukup besar antara Korea Selatan dan Jepang.

Film tersebut mengisahkan tiga mahasiswa yang menghilang secara misterius setelah mengunjungi sebuah kuil tua terbengkalai di Kobe, Jepang. Untuk mengungkap misteri tersebut, seorang dukun bernama Myung-jin yang diperankan Kim Jae-joong berusaha menelusuri penyebab hilangnya para mahasiswa. Dalam prosesnya, ia harus menghadapi sosok roh jahat yang mengancam keselamatan banyak orang. Ia dibantu oleh Yu-mi, junior semasa kuliahnya yang diperankan aktris Gong Seong-ha.

Dalam acara premier film yang digelar Senin, Kim mengungkapkan bahwa The Shrine menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan film-film horor Korea pada umumnya.

“Meski ini merupakan produksi Korea, sekitar 90 persen kru film adalah orang Jepang,” kata Kim. Ia menjelaskan bahwa keterlibatan sutradara Jepang membuat film tersebut mampu memadukan karakteristik khas horor Jepang dan Korea dalam satu karya, dikutip melalui The Korea Times, Selasa (9/6/2026).

Menurut Kim, kombinasi dua pendekatan horor yang berbeda menjadi salah satu kekuatan utama film tersebut. Horor Jepang dikenal dengan atmosfer mencekam dan tekanan psikologis yang perlahan dibangun, sementara horor Korea sering menampilkan unsur ritual, spiritualitas, dan konflik emosional yang kuat.

Sementara itu, aktris Gong Seong-ha menyoroti keberagaman unsur budaya dan religi yang hadir dalam cerita. Ia menilai The Shrine menawarkan pengalaman yang lebih kaya dibandingkan film okultisme pada umumnya.

Baca juga:  Profil Alice Norin, Aktris Cantik Blasteran Norwegia Yang Sukses Di Dunia Hiburan Indonesia

“Film ini memadukan berbagai agama rakyat dan kepercayaan,” ujar Gong.

Ia menjelaskan bahwa penonton akan menemukan berbagai elemen budaya dalam satu cerita, mulai dari latar lokasi indah di Kobe, praktik shamanisme Korea, pertemuan dengan sosok iblis dari mitologi Hindu, hingga kehadiran seorang pendeta Kristen.

“Perpaduan tradisi yang beragam ini akan menjadi poin utama yang menarik untuk disaksikan penonton,” lanjutnya.

Keunikan tersebut menjadikan The Shrine sebagai salah satu film horor paling menarik yang akan hadir tahun ini. Tidak hanya mengandalkan teror supranatural, film ini juga mengeksplorasi berbagai sistem kepercayaan yang hidup di Asia dan menggabungkannya dalam sebuah thriller spiritual yang penuh misteri.

Di tengah meningkatnya minat terhadap genre horor Korea dalam beberapa tahun terakhir, kehadiran The Shrine juga menunjukkan semakin luasnya kolaborasi industri film Asia Timur. Keterlibatan sineas Jepang dan Korea dalam satu proyek diharapkan mampu menghadirkan warna baru bagi pecinta film horor di kawasan maupun pasar internasional.

Film The Shrine dijadwalkan tayang di bioskop Korea Selatan mulai 17 Juni 2026.

(DAW)