Newestindonesia.co.id, Perusahaan teknologi raksasa Apple mencatat kinerja keuangan yang kuat pada kuartal kedua 2026 sekaligus memulai transisi kepemimpinan besar setelah pengumuman suksesi CEO dari Tim Cook kepada John Ternus.
Dalam laporan keuangan terbarunya, Apple membukukan pendapatan sebesar US$111,2 miliar dengan laba per saham mencapai US$2,01. Angka tersebut melampaui ekspektasi analis Wall Street dan menjadi salah satu kuartal Maret terbaik dalam sejarah perusahaan.
Kinerja positif tersebut ditopang oleh penjualan lini iPhone terbaru, pertumbuhan bisnis layanan digital, serta peningkatan penjualan Mac di berbagai pasar global, termasuk China dan India.
Namun, perhatian investor tidak hanya tertuju pada angka pendapatan. Transisi kepemimpinan di Apple menjadi sorotan utama setelah perusahaan memastikan John Ternus akan menggantikan Tim Cook sebagai CEO mulai September 2026. Cook sendiri akan tetap berada di Apple dengan jabatan Executive Chairman.
John Ternus selama ini dikenal sebagai sosok penting di balik pengembangan berbagai perangkat Apple. Ia memimpin divisi hardware engineering dan terlibat dalam pengembangan iPhone, Mac, AirPods, hingga Apple Watch. Ternus juga disebut sebagai salah satu figur internal yang paling memahami arah desain produk Apple dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam panggilan laporan keuangan perusahaan, Ternus menyebut momen saat ini sebagai periode paling menarik sepanjang kariernya di Apple.
“Ini adalah waktu paling menarik dalam 25 tahun karier saya di Apple,” kata John Ternus, dikutip melalui The Guardian (1/5).
Sementara itu, Tim Cook menegaskan Apple masih memiliki prospek pertumbuhan kuat, terutama di pasar India dan sektor kecerdasan buatan atau AI.
Cook mengatakan Apple tengah menyiapkan berbagai inovasi berbasis AI yang akan terintegrasi lebih dalam ke perangkat mereka, termasuk pengembangan Siri generasi baru serta fitur personalisasi berbasis kecerdasan buatan.
Meski demikian, Apple masih menghadapi tantangan berupa kenaikan biaya memori dan keterbatasan pasokan chip global. Kondisi tersebut diperkirakan dapat memengaruhi margin keuntungan perusahaan pada kuartal berikutnya.
Para analis menilai pergantian kepemimpinan ini menjadi fase penting bagi Apple, terutama ketika industri teknologi global tengah memasuki persaingan baru di bidang AI generatif dan perangkat pintar generasi berikutnya.
Reuters melaporkan bahwa investor kini menaruh ekspektasi besar kepada John Ternus untuk mempertahankan pertumbuhan Apple sekaligus menghadirkan inovasi baru di tengah kompetisi ketat dengan perusahaan teknologi lain.
Selama hampir 15 tahun memimpin Apple, Tim Cook berhasil membawa valuasi perusahaan melonjak hingga triliunan dolar dan memperluas bisnis layanan digital Apple secara agresif. Kini, estafet kepemimpinan akan berpindah ke tangan Ternus yang dinilai memiliki pengalaman teknis kuat dan pemahaman mendalam terhadap ekosistem produk Apple.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp


