Newestindonesia.co.id, Seekor ular piton berukuran sekitar 6 meter memangsa anak sapi milik warga di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra). Ular tersebut kemudian dilumpuhkan hingga dibunuh oleh warga setempat.
Peristiwa itu terjadi di Desa Kolasa, Kecamatan Parigi, pada Jumat (20/3/2026) sore. Ular ditemukan di kandang milik warga bernama La Hasa dalam kondisi perut membesar.
Salah seorang warga Desa Kolasa, Hardin, mengatakan ular tersebut langsung dilumpuhkan setelah diketahui telah memangsa ternak.
“Ular langsung dilumpuhkan, sapi yang dimakan berusia 6 bulan,” kata Hardin kepada wartawan, Minggu (22/3/2026) dikutip melalui detikSulsel.
Menurutnya, ular pertama kali ditemukan oleh pemilik ternak saat hendak memberi makan sapi di kandang. Saat itu, pemilik terkejut melihat ular berada di sekitar kandang dengan kondisi perut sudah membesar.
“Ularnya ditemukan langsung oleh pemiliknya di kandang,” ujarnya.
Hardin menjelaskan, posisi ular berada di samping kandang ketika ditemukan. Kondisi tubuh ular yang membesar memperkuat dugaan bahwa hewan tersebut baru saja memangsa anak sapi milik warga.
“Pemiliknya dia dapat itu ular di samping kandang, perutnya sudah kondisi membesar,” jelasnya.
Mengetahui hal tersebut, pemilik ternak kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk mengevakuasi ular. Warga yang datang langsung melumpuhkan ular tersebut dan membawanya ke pinggir jalan.
Selanjutnya, warga membelah perut ular untuk memastikan isi di dalamnya.
“Ularnya langsung dilumpuhkan, terus dibawa ke pinggir jalan, lalu dibelah perutnya dan sapinya dikeluarkan,” tutur Hardin.
Setelah proses evakuasi, bangkai ular kemudian diangkut menggunakan mobil pikap oleh warga. Ular tersebut selanjutnya dijual, meskipun tidak diketahui berapa harga jualnya.
“Ularnya langsung dimuat ke mobil dan dijual. Panjangnya ular sekitar 6 meter. Tapi saya kurang tahu laku berapa,” pungkasnya.
Peristiwa ini menambah daftar kasus serangan ular piton terhadap ternak warga di wilayah Sulawesi Tenggara.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login