Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Regional

Polisi Sebut Foto Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Hasil AI, Tim Hukum Minta Dilacak

Tangkapan layar CCTV diduga pelaku penyiraman air keras ke aktivis KontraS. (Dok. Istimewa)

Newestindonesia.co.id, Tim kuasa hukum aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) meminta aparat penegak hukum menelusuri pihak yang membuat dan menyebarkan foto rekayasa berbasis kecerdasan buatan (AI) yang diklaim sebagai pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

Permintaan tersebut disampaikan setelah beredarnya gambar di media sosial yang menampilkan sosok yang disebut sebagai terduga pelaku penyiraman air keras. Polisi kemudian memastikan bahwa gambar tersebut bukan foto asli, melainkan hasil manipulasi teknologi artificial intelligence (AI).

Tim hukum korban menilai penyebaran konten tersebut berpotensi mengganggu proses penyelidikan yang sedang berjalan dan berisiko menyesatkan publik.

Polisi Pastikan Foto Viral Hasil Rekayasa AI

Kepolisian sebelumnya menegaskan bahwa foto yang viral di media sosial terkait sosok penyiram air keras terhadap Andrie Yunus merupakan hasil rekayasa AI.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Polisi juga meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi karena dapat mengganggu proses pengungkapan kasus.

“Kami berharap untuk masyarakat juga bijak agar penyelidikan ini fokus dan tidak terganggu, tidak terintervensi oleh hal-hal yang dibuat sengaja untuk menyesatkan,” kata pihak kepolisian dikutip melalui detikNews.

Karena itu, tim hukum korban mendesak aparat untuk menelusuri siapa pihak yang membuat dan menyebarkan gambar tersebut di media sosial.

Menurut mereka, penyebaran konten manipulatif semacam ini bukan hanya menimbulkan kebingungan publik, tetapi juga berpotensi mengaburkan upaya pencarian pelaku sebenarnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Penyelidikan Kasus Penyiraman Air Keras Terus Berjalan

Sementara itu, penyelidikan terhadap kasus penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus masih terus dilakukan oleh kepolisian. Sejumlah langkah telah ditempuh penyidik untuk mengungkap identitas pelaku.

Baca juga:  Negara Hampir Kehilangan Rp102 Triliun! Ribuan Aset Jakarta Akhirnya Diselamatkan Pemerintah

Polisi diketahui telah memeriksa sejumlah saksi dalam kasus tersebut.

“Dari hasil surat perintah penyidikan maka dilanjut penyidik melakukan pemeriksaan terhadap tujuh orang saksi yang tentu dilakukan pemeriksaan secara intens dan sampai saat ini masih terus dilakukan pemeriksaan,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Hutagalung.

Para saksi tersebut terdiri dari pelapor, tim di lapangan, serta beberapa orang yang berada di lokasi kejadian saat peristiwa berlangsung.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Selain pemeriksaan saksi, kepolisian juga menelusuri kendaraan yang diduga digunakan oleh pelaku setelah kejadian.

Polisi Analisis Puluhan Rekaman CCTV

Dalam proses pengusutan, penyidik juga mengumpulkan rekaman dari puluhan kamera pengawas yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa sebanyak 86 titik kamera pengawas telah dianalisis untuk melacak pergerakan pelaku sebelum dan sesudah kejadian.

Rekaman tersebut berasal dari berbagai sumber, termasuk kamera tilang elektronik, kamera milik pemerintah daerah, hingga CCTV milik warga dan perkantoran.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Total rekaman yang dianalisis mencapai ribuan gambar video dengan durasi yang sangat panjang sehingga membutuhkan waktu untuk proses analisis digital.

Barang Bukti Helm dan Botol Ikut Ditelusuri

Selain rekaman CCTV, sejumlah barang bukti juga telah ditemukan di sekitar lokasi kejadian. Di antaranya helm yang diduga milik pelaku dan sebuah botol yang diduga digunakan sebagai wadah air keras.

Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) yang menjadi kuasa hukum korban juga meminta agar temuan barang bukti tersebut didalami lebih lanjut oleh penyidik.

Perwakilan TAUD, Erlangga Julio, mengatakan botol yang diduga digunakan untuk menyiram air keras ditemukan oleh saksi di sekitar tempat kejadian perkara.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Masih ada barang bukti yang belum disebut dalam konferensi pers namun sudah kami berikan pada tim dari Resmob Polda Metro,” ujarnya.

Baca juga:  Guru & Siswa Panik! Detik-detik Bom Molotov Melayang Di Sekolah Kalbar

Ia menilai barang bukti tersebut penting untuk dianalisis lebih lanjut guna membantu mengidentifikasi pelaku.

Kondisi Korban Masih Dalam Perawatan

Akibat serangan tersebut, Andrie Yunus mengalami luka bakar cukup serius pada beberapa bagian tubuhnya.

Tim hukum mengungkapkan korban mengalami luka bakar sekitar 24 persen akibat reaksi kimia dari cairan yang disiramkan pelaku.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Luka paling parah dialami pada bagian wajah sebelah kanan dan mata kanan korban, sehingga saat ini ia masih menjalani perawatan intensif oleh dokter spesialis.

Tim kuasa hukum juga meminta publik menghormati privasi korban selama proses pemulihan.

Tim Hukum Bentuk Investigasi Independen

Selain mendorong aparat kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku, tim hukum korban juga membentuk tim investigasi independen.

Tim tersebut bertujuan membantu mengumpulkan fakta dan informasi terkait kejadian penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS tersebut.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pengungkapan kasus serta memastikan proses penyelidikan berjalan transparan dan akuntabel.

Tim hukum menegaskan bahwa kasus ini bukan hanya menyangkut korban secara pribadi, tetapi juga berkaitan dengan perlindungan terhadap aktivis dan pembela hak asasi manusia di Indonesia.

(DAW)

Advertisement. Scroll to continue reading.
Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Nasional

Newestindonesia.co.id, Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ronald A Sinaga atau yang akrab disapa Bro Ron, menjadi korban pemukulan saat mendampingi proses audiensi...

Regional

Newestindonesia.co.id, Seorang pria berinisial RS menjadi korban pembegalan disertai penganiayaan di kawasan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat. Namun, kasus ini mengungkap fakta tak biasa...

Regional

Newestindonesia.co.id, Polisi akhirnya menangkap pengemudi mobil Mitsubishi Pajero Sport yang diduga melakukan tabrak lari terhadap seorang pedagang buah gerobak di kawasan Duren Sawit, Jakarta...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Polemik yang melibatkan dokter sekaligus kreator konten Richard Lee kembali menjadi perhatian publik. Kali ini, sorotan datang dari pendakwah Hanny Kristianto yang mengingatkan...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Polemik potongan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) terus bergulir. Kali ini, Aliansi gabungan 40 organisasi kemasyarakatan (ormas)...

Regional

Newestindonesia.co.id, Dua sejoli di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, ditangkap aparat kepolisian setelah diduga menyiarkan hubungan intim secara langsung melalui aplikasi Tevi. Dari aktivitas tersebut,...

Regional

Newestindonesia.co.id, Kasus dugaan pencabulan yang melibatkan seorang pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menggemparkan masyarakat. Seorang kiai berinisial AS yang merupakan pengasuh...

Regional

Newestindonesia.co.id, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar mengamankan tiga warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat praktik prostitusi online di Bali. Ketiganya terdiri dari...

Advertisement