Newestindonesia.co.id, Rentetan ledakan kembali terdengar di sejumlah negara kawasan Teluk pada awal pekan ini, menambah ketegangan yang tengah meningkat di Timur Tengah. Beberapa kota besar seperti Dubai di Uni Emirat Arab (UEA), Doha di Qatar, hingga Manama di Bahrain dilaporkan mendengar suara ledakan keras di langit wilayah mereka.
Peristiwa ini terjadi ketika konflik regional yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel terus memanas dalam beberapa hari terakhir.
Laporan berbagai media internasional menyebutkan bahwa ledakan terdengar hampir bersamaan di sejumlah kota Teluk, memicu kekhawatiran warga dan meningkatkan kesiagaan militer di kawasan tersebut.
Sejumlah saksi mata mengatakan dentuman keras terdengar dari langit, diduga berkaitan dengan aktivitas pertahanan udara yang mencegat proyektil atau drone.
Ledakan Terdengar di Beberapa Kota
Beberapa kota yang dilaporkan mendengar suara ledakan antara lain:
- Dubai dan Abu Dhabi di Uni Emirat Arab
- Doha di Qatar
- Manama di Bahrain
- sejumlah wilayah di Kuwait
Ledakan tersebut terjadi saat konflik militer di kawasan Timur Tengah semakin meluas.
Media Arab melaporkan bahwa dentuman keras terdengar di berbagai kota Teluk ketika Iran memasuki hari ketiga serangan balasan terhadap negara-negara yang menjadi sekutu Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Sementara itu, laporan Reuters menyebutkan bahwa Kuwait bahkan harus mengaktifkan sistem pertahanan udaranya setelah mendeteksi drone yang diduga mengarah ke wilayahnya.
Sirene peringatan juga sempat terdengar di beberapa wilayah ketika sistem pertahanan udara mencoba mencegat ancaman yang datang dari udara.
Dipicu Serangan Balasan Iran
Rentetan ledakan di negara-negara Teluk ini diyakini berkaitan dengan eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Ketegangan meningkat setelah sebelumnya Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran. Sebagai respons, Iran melakukan serangan balasan dengan menargetkan sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.
Serangan balasan tersebut mencakup peluncuran rudal dan drone yang diarahkan ke beberapa negara yang memiliki fasilitas militer Amerika Serikat, termasuk Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab.
Beberapa pangkalan militer yang disebut menjadi target antara lain:
- Pangkalan udara Al Dhafra di UEA
- Pangkalan udara Al Udeid di Qatar
- Pangkalan udara Ali Al Salem di Kuwait
- Markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain
Akibat rangkaian serangan tersebut, beberapa negara Teluk meningkatkan status keamanan dan memperketat pengawasan udara.
Korban Jiwa dan Kerusakan
Serangan yang terjadi sejak akhir Februari dilaporkan telah menimbulkan korban jiwa.
Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab menyatakan sedikitnya tiga orang tewas dan puluhan lainnya terluka akibat rangkaian serangan yang terjadi sejak dimulainya operasi militer tersebut.
Sebagian korban merupakan pekerja asing yang berada di wilayah terdampak.
Selain korban jiwa, beberapa infrastruktur juga dilaporkan mengalami kerusakan, termasuk hotel, pelabuhan, dan fasilitas bandara di Dubai serta Abu Dhabi.
Serangan ini juga mengganggu aktivitas penerbangan dan perdagangan di kawasan Teluk yang selama ini menjadi salah satu pusat ekonomi dunia.
Warga Diminta Tetap Waspada
Pemerintah sejumlah negara Teluk mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari otoritas setempat.
Otoritas keamanan juga meningkatkan patroli serta memperketat sistem pertahanan udara guna mengantisipasi kemungkinan serangan lanjutan.
Situasi di Timur Tengah sendiri masih sangat dinamis, dengan sejumlah negara dan organisasi internasional menyerukan upaya de-eskalasi agar konflik tidak meluas lebih jauh.
Para analis menilai bahwa eskalasi konflik ini berpotensi berdampak besar terhadap stabilitas kawasan, termasuk perdagangan global dan pasokan energi dunia.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login