Newestindonesia.co.id, Polda Riau menghadirkan cara kreatif untuk mengantisipasi balap liar yang kerap muncul selama bulan Ramadan. Melalui Direktorat Lalu Lintas, kepolisian menggelar lomba lari 100 meter pada malam hari, yang mengubah ruas jalan menjadi arena kompetisi sehat bagi generasi muda.
Kegiatan tersebut digelar di Kota Pekanbaru dan menjadi bagian dari upaya humanis kepolisian dalam menjaga ketertiban masyarakat selama Ramadan. Inisiatif ini sekaligus memberikan wadah bagi para pemuda untuk menyalurkan energi dan semangat kompetitif mereka secara positif.
Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika mengatakan kegiatan tersebut memang dirancang sebagai alternatif dari aktivitas negatif yang kerap terjadi di jalanan saat malam hari.
“Kegiatan ini dipelopori Polda Riau. Dari awal Ramadan kami telah memulai kegiatan ini untuk menyalurkan energi anak-anak muda yang tadinya negatif menjadi energi negatif,” kata Kombes Jeki, Minggu (1/3/2026).
Wadah Positif Bagi Anak Muda
Lomba lari 100 meter tersebut digelar setelah salat tarawih dan diikuti ratusan pemuda serta komunitas pelari di Pekanbaru. Antusiasme peserta terlihat tinggi karena kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana berkumpul dan mempererat kebersamaan di tengah masyarakat.
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menyebut kegiatan tersebut bukan sekadar kompetisi olahraga, tetapi juga bagian dari upaya membangun pola hidup sehat sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kegiatan ini kita adakan untuk mengakomodir kegiatan yang tidak bermanfaat seperti balap liar, geng motor, dan lain sebagainya. Kita satukan dalam satu tema besar: cinta kepada alam lingkungan dan tentang kesehatan,” ujar Irjen Herry.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap partisipasi generasi muda yang turut meramaikan kegiatan tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh muda-mudi Kota Pekanbaru serta panitia pelaksana. Antusiasme yang tinggi dan pelaksanaan yang tertib ini menunjukkan kesantunan dan kebersamaan generasi muda kita. Kegiatan ini bukan hanya menjadikan badan sehat, tetapi juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi,” tuturnya.
Jalanan Jadi Arena Adu Prestasi
Melalui konsep tersebut, jalan yang biasanya menjadi lokasi balap liar kini disulap menjadi lintasan lari yang aman dan terkontrol. Selain mengurangi risiko kecelakaan, kegiatan ini juga membuka ruang bagi pemuda untuk menunjukkan kemampuan atletiknya.
Kombes Jeki menegaskan bahwa lomba lari ini dirancang untuk mengalihkan energi generasi muda ke arah yang lebih bermanfaat.
“Kami ingin menghadirkan ruang yang positif bagi generasi muda untuk menyalurkan energi dan hobinya melalui kegiatan yang sehat. Dengan adanya lomba lari ini, anak-anak muda dapat menunjukkan prestasi, sekaligus bersama-sama menjaga ketertiban di jalan raya,” ujarnya.
Kegiatan tersebut rencananya digelar secara rutin sepanjang bulan Ramadan. Selain menghadirkan kompetisi sehat, lomba ini juga memberikan hadiah serta uang pembinaan bagi para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih.
Inisiatif Meluas ke Daerah
Semangat serupa juga mulai digelorakan di sejumlah daerah di Riau. Misalnya di Kabupaten Bengkalis, kepolisian setempat mengalihfungsikan titik rawan balap liar menjadi lintasan lomba lari yang aman bagi masyarakat.
Pendekatan ini dinilai efektif karena tidak hanya menekan potensi pelanggaran lalu lintas, tetapi juga membangun interaksi positif antara aparat kepolisian dan masyarakat, khususnya kalangan muda.
Dengan adanya kegiatan tersebut, Polda Riau berharap jalanan tidak lagi menjadi arena aksi berbahaya seperti balap liar, melainkan ruang kompetisi sehat yang dapat melahirkan prestasi sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat selama Ramadan.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login