Newestindonesia.co.id, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan kebijakan baru terkait jam pulang sekolah selama bulan Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kebijakan ini mengatur agar seluruh siswa di Jakarta pulang sekolah paling lambat pukul 14.00 WIB, guna memberikan ruang lebih luas bagi kegiatan pembelajaran mandiri, berkumpul bersama keluarga, dan beribadah selama bulan suci Ramadan.
Penyesuaian ini dituangkan dalam Surat Edaran yang dirancang berdasarkan acuan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdasmen), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), serta Kementerian Agama (Kemenag).
Dalam keterangannya di Balai Kota Jakarta, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, menjelaskan tujuan kebijakan tersebut:
“Jamnya menyesuaikan, jadi jam terakhir itu paling lambat adalah jam 14.00 WIB. Ini untuk memberikan ruang pembelajaran mandiri bersama keluarga dan masyarakat di tempat ibadah masing-masing,” dikutip melalui detikNews.
Langkah ini dilakukan untuk memberikan fleksibilitas waktu bagi siswa sehingga mereka bisa memenuhi kebutuhan akademik sekaligus beribadah dengan nyaman di tengah jadwal sekolah yang padat saat Ramadan.
Antisipasi Lalu Lintas & Dukungan Pemprov
Selain fokus pada jam belajar, kebijakan tersebut juga tidak lepas dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menyambut tantangan arus lalu lintas di ibu kota selama Ramadan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa selain mengatur jam sekolah, Pemprov juga telah berkoordinasi intensif dengan Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan untuk mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan – terutama menjelang waktu berbuka puasa.
Menurut Pramono, pola kepadatan lalu lintas selama Ramadan cenderung bergeser dari jam sibuk biasa.
“Kami sudah koordinasi dengan Polda Metro Jaya dan Dishub untuk mengatur itu, terutama sore hari ketika masyarakat berburu takjil dan bersiap berbuka.”
Dampak bagi Siswa dan Orang Tua
Kebijakan ini dianggap positif oleh sejumlah orang tua dan pengamat pendidikan karena:
- Memberi lebih banyak waktu bagi siswa untuk beristirahat dan melakukan ibadah setelah berpuasa sepanjang hari.
- Mengurangi beban fisik siswa, khususnya yang menunaikan ibadah puasa.
- Mempercepat waktu pulang yang juga berdampak pada berkurangnya tekanan lalu lintas pada sore hari.
Namun di sisi lain, beberapa orang tua menyatakan berharap sekolah juga tetap memaksimalkan pembelajaran di pagi hari agar tidak mengurangi kualitas proses belajar mengajar.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login