Newestindonesia.co.id – Jabar, Dunia pendidikan di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat diguncang dengan penemuan jasad seorang pelajar SMP yang ditemukan secara tak terduga oleh seorang konten kreator saat melakukan live TikTok di kawasan eks objek wisata Kampung Gajah, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Bandung, Jawa Barat Jumat (13/2) malam.
Korban, seorang pelajar berinisial ZAAQ, siswa kelas VII SMPN 26 Bandung, ditemukan tak bernyawa di semak belukar dalam kondisi yang mengejutkan awak streaming yang tengah mengeksplorasi lokasi terbengkalai tersebut.
Penemuan Kuburan di Tengah Siaran Langsung
Menurut keterangan Kepala Sekolah SMPN 26 Bandung, Titin Supriatin, pihak sekolah menerima kabar mengenai kejadian ini setelah seorang teman murid melihat jasad itu dalam siaran live TikTok.
“Tadi malam. Saya tuh sudah mau tidur, ditelepon sama teman itu lihat di live TikTok. Tapi kan saya enggak pasang TikTok…” ujar Titin saat ditemui di sekolah dikutip melalui detikJabar.
Ia menceritakan bahwa berdasarkan identifikasi awal, korban terkonfirmasi sebagai siswa sekolahnya melalui atribut seperti seragam dan topi yang masih tersimpan di dalam tasnya.
“Dan itu sangat kaget ketika ada pemberitaan itu… seragamnya disimpan di tas, untungnya masih ada,” tambah Titin.
Korban Dilaporkan Hilang Beberapa Hari Sebelumnya
Sebelum jasadnya ditemukan, ZAAQ sempat dilaporkan hilang oleh keluarga sejak Selasa (10/2/2026). Kepolisian setempat kemudian melakukan penyelidikan setelah menerima laporan penemuan mayat tersebut.
Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, membenarkan laporan penemuan jasad ini dan menyatakan pihaknya tengah bekerja keras mengungkap penyebab pasti kematian korban. “Betul tadi malam kami terima laporan penemuan mayat di lahan eks Kampung Gajah. Jadi saksi yang menemukan sedang melakukan live medsos penelusuran misteri,” ujar Niko kepada wartawan.
Jasad ZAAQ kemudian dievakuasi ke RS Sartika Asih untuk proses autopsi sekaligus memastikan identitas serta penyebab kematiannya.
Pelaku Ditangkap, Disdik Bandung Minta Keadilan
Polisi akhirnya menangkap dua orang yang diduga terlibat dalam kematian siswa tersebut. Kedua tersangka, yang juga masih di bawah umur, kini telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan polisi.
Menanggapi penangkapan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, menyampaikan harapan agar pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal. “Kami tentu berduka karena telah kehilangan anak didik kami. Dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini ke polisi supaya korban mendapat keadilan,” ujar Asep.
Selain itu, Disdik menegaskan bahwa pihak sekolah selama ini telah berupaya untuk melindungi siswa dari segala bentuk kekerasan melalui edukasi dan kerja sama dengan aparat kewilayahan.
Reaksi Keluarga dan Sekolah
Keluarga dan pihak sekolah masih dalam suasana duka akibat tragedi ini. ZAAQ dikenal di sekolah sebagai murid yang pendiam dan tidak memiliki catatan masalah dengan teman-teman sekelas maupun guru.
Jenazah korban direncanakan akan dimakamkan di kampung halaman keluarganya di Garut, yang juga merupakan tempat peristirahatan terakhir ibu korban yang telah meninggal beberapa tahun sebelumnya.
Siaran Langsung yang Viral
Kejadian ini viral di media sosial setelah klip live TikTok yang menampilkan penemuan jasad itu menyebar luas. Rekaman tersebut memicu keprihatinan publik atas fenomena eksplorasi lokasi horor di media sosial yang berujung tragedi.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login