Newestindonesia.co.id, Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, memberikan apresiasi tinggi kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri) atas aksi nyata membangun dua jembatan Bailey di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Pembangunan ini dinilai memiliki peran vital untuk menyambung kembali akses transportasi yang sempat terputus akibat bencana dan mendorong pemulihan ekonomi masyarakat setempat.
Apresiasi tersebut disampaikan Titiek saat menghadiri acara pelepasan 22 kontainer bantuan kemanusiaan Polri di Mapolda Sumatera Utara, Sabtu (14/2/2026). Dalam agenda ini, ia menyaksikan secara virtual progres pembangunan kedua jembatan Bailey bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo serta sejumlah pejabat tinggi kepolisian dan pemerintah daerah.
“Saya ingin menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Polri yang selalu peduli dan memperhatikan kebutuhan masyarakat,” kata Titiek dalam sambutannya.
Selain menghadiri acara itu, Titiek juga menyoroti langkah cepat Polri dalam memulihkan infrastruktur yang rusak akibat bencana alam. Ia melihat pembangunan dua jembatan tersebut sebagai solusi konkret untuk kembali menghubungkan jalur transportasi yang sebelumnya terisolasi total.
Menurutnya, pembangunan Jembatan Subarang Aia sudah mencapai sekitar 90 persen, sedangkan Jembatan Sawah Laweh progresnya mencapai 60 persen. Titiek optimistis kehadiran kedua jembatan darurat itu akan mempercepat geliat perekonomian masyarakat setempat.
“Tentunya diharapkan perekonomian akan berkembang lagi di daerah itu. Sekali lagi terima kasih dan apresiasi untuk Kepolisian Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Bapak Sigit sebagai Kapolri,” tambah Titiek Soeharto.
Peran Jembatan Bailey bagi Masyarakat
Jembatan Bailey adalah struktur jembatan portabel yang sering dipasang cepat dalam kondisi darurat untuk menggantikan jembatan yang rusak atau terputus. Di Agam, Sumbar, kedua titik pembangunan jembatan ini bertujuan membuka kembali akses transportasi warga yang sempat lumpuh akibat bencana hidrometeorologi.
Bupati Agam, Benni Warlis, menyatakan bahwa jembatan ini bukan sekadar solusi fisik. Menurutnya, infrastruktur tersebut merupakan simbol kebangkitan dan harapan baru warga yang menggantungkan hidupnya pada keseharian mobilitas jalan.
Dengan dibukanya kembali jalur transportasi, anak-anak di wilayah terdampak diharapkan dapat kembali bersekolah, petani dan pedagang bisa mengantar hasil produksinya, serta akses layanan kesehatan lebih mudah dijangkau.
Bantuan Kemanusiaan Polri untuk Korban Bencana
Dalam kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa 22 kontainer bantuan yang dilepas dalam acara itu berisi berbagai kebutuhan pokok seperti beras, mie instan, minyak goreng, serta perlengkapan kesehatan dan kebutuhan anak.
Menurut Kapolri, bantuan ini menyasar sekitar 40.000 warga terdampak bencana di provinsi Sumatera, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia menegaskan bahwa kehadiran negara melalui Polri merupakan bentuk nyata komitmen untuk terus mendukung masyarakat dalam masa pemulihan.
Kapolri menambahkan bahwa selain distribusi logistik, Polri juga terus berkolaborasi dengan TNI dan kementerian terkait dalam percepatan rehabilitasi pascabencana, termasuk pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap).
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login