Newestindonesia.co.id, Fenomena perpindahan pengguna dari platform video pendek TikTok menuju layanan alternatif semakin nyata terjadi di dunia digital global. Salah satu aplikasi yang meraih lonjakan pengguna signifikan adalah UpScrolled, yang berhasil menarik jutaan pengguna hanya dalam hitungan hari setelah perubahan kepemilikan TikTok di Amerika Serikat.
Dalam pidatonya di konferensi teknologi Web Summit Qatar, pendiri UpScrolled, Issam Hijazi, mengungkapkan pertumbuhan pesat yang dialami platform tersebut.
“Kami rilis sekitar enam bulan lalu, dan jumlah pengguna kami tumbuh sekitar 150.000 hingga awal Januari,” ujar Hijazi, seperti dikutip dari laporan media TechCrunch, Rabu (4/2/2026).
“Dalam beberapa hari terakhir, kami telah mencapai lebih dari satu juta pengguna secara global. Sekarang, kami melampaui dua setengah juta pengguna secara global.”
Lonjakan Pengguna dan Implikasinya
UpScrolled, sebuah aplikasi yang menggabungkan konsep video pendek ala TikTok dengan fitur seperti feed yang mirip Instagram dan Twitter/X, kini mencatat lebih dari 2,5 juta pengguna di seluruh dunia — angka yang meningkat drastis dalam waktu singkat setelah pergantian struktur kepemilikan TikTok di AS.
Perubahan kepemilikan TikTok terjadi ketika konsorsium investor yang dipimpin oleh perusahaan teknologi Amerika mengambil alih sebagian besar saham platform tersebut, sementara ByteDance masih memegang sekitar 20% sisanya. Langkah ini memicu kekhawatiran dan migrasi pengguna ke aplikasi lain sebagai bentuk respons terhadap perubahan kebijakan konten dan algoritma di TikTok.
UpScrolled sendiri memposisikan dirinya sebagai platform yang lebih terbuka terhadap kebebasan berekspresi, tanpa penerapan shadowban atau penyensoran selektif terhadap konten pengguna.
Selain itu, Hijazi dalam pidatonya mengkritik praktik platform media sosial besar yang dianggap “tidak etis”, termasuk persoalan privasi data dan desain algoritma yang dibuat untuk membuat pengguna terus ketergantungan.
“Mereka tidak peduli menjual data Anda ke orang lain jika itu berarti mereka mendapatkan keuntungan. Dan mereka tidak peduli dengan kesehatan mental Anda, karena mereka merancang sesuatu hanya untuk membuat Anda ketagihan menggunakannya selama menguntungkan bagi mereka,” tuturnya.
Kuat di Pasar Global
Kenaikan popularitas UpScrolled tak hanya terjadi di Amerika Serikat. Aplikasi ini bahkan memuncaki tangga aplikasi terpopuler di toko aplikasi di sejumlah negara seperti Inggris, Kanada, dan Australia, menunjukkan tren global dalam pola migrasi pengguna media sosial pada era digital saat ini.
Para analis mengatakan, perpindahan pengguna semacam ini bukan hal yang unik. Sebelumnya berbagai platform seperti RedNote sempat mencatat lonjakan pengguna saat isu hukum dan potensi pelarangan TikTok di AS memuncak — menunjukkan bahwa ketidakpastian terhadap layanan dominan dapat membuka peluang bagi pesaing baru.
Namun munculnya aplikasi alternatif juga membawa tantangan tersendiri, termasuk soal moderasi konten, keberlanjutan model bisnis, serta daya tarik jangka panjang terhadap kreator dan brand di tengah persaingan ketat ruang media sosial global.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login