Newestindonesia.co.id – Jakarta, Kontroversi yang melibatkan aktris dan selebritas multitalenta Prilly Latuconsina kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah aksinya mengaktifkan status “Open to Work” di platform profesional LinkedIn menimbulkan kritik dan interpretasi negatif di kalangan publik.
Kegaduhan bermula ketika unggahan itu diketahui merupakan bagian dari kampanye pemasaran iklan sebuah produk pasta gigi, bukan semata pengumuman pencarian pekerjaan seperti yang dipahami khalayak. Langkah tersebut kemudian menimbulkan tudingan bahwa Prilly dianggap tidak sensitif terhadap kondisi para pencari kerja yang tengah berjuang di tengah ketatnya persaingan dunia kerja saat ini.
Permintaan Maaf dan Klarifikasi
Melalui sebuah video klarifikasi yang diunggah di akun media sosial pribadinya, Prilly menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat. Dalam pernyataannya, ia menyatakan:
“Aku minta maaf dengan tulus kalau apa yang terjadi telah menimbulkan rasa nggak nyaman atau kesalahpahaman. Ini sama sekali bukan hal yang ingin aku ciptakan.”
Prilly kemudian menambahkan bahwa ia sama sekali tidak bermaksud menunjukkan sikap tidak berempati terhadap situasi sulit yang dihadapi banyak pencari kerja saat ini.
“Aku sadar posisiku dan pengalaman hidupku tidak sama dengan semua orang. Dan aku mengerti kenapa hal ini bisa terasa menyakitkan bagi sebagian pihak.”
Tujuan Aktivasi “Open to Work” dan Dampaknya
Dalam klarifikasinya, Prilly menjelaskan bahwa niat awal ia mengaktifkan fitur Open to Work bukan untuk memanfaatkan situasi pencari kerja secara tak pantas, melainkan sebagai sarana untuk membuka peluang kolaborasi lintas industri serta memperluas jejaring profesional, terutama di bidang-bidang yang sebelumnya belum pernah ia geluti.
Ia berkata tegas bahwa:
“Ini bukan dimaksudkan untuk mengambil kesempatan siapapun, melainkan sebagai bagian dari proses belajarku dan upayaku untuk terus bertumbuh.”
Namun demikian, respons publik beragam. Awalnya, beberapa netizen menyambut baik langkah Prilly dengan tanggapan positif terkait eksplorasi profesinya. Akan tetapi, ketika kampanye terkait produk pasta gigi muncul paralel dengan status Open to Work, persepsi berubah menjadi kritik tajam karena dianggap kontras dengan realitas sosial banyak pencari kerja.
Isu Akun LinkedIn yang Hilang
Di tengah sorotan media dan komentar netizen, akun LinkedIn milik Prilly sempat menghilang dari platform. Ia menjelaskan bahwa hal itu bukan karena penghapusan secara sengaja, melainkan akibat lonjakan aktivitas yang sangat tinggi yang memicu gangguan sistem.
“Hal tersebut di luar kendaliku karena saat itu akun LinkedIn-ku mengalami lonjakan aktivitas yang sangat tinggi dan akhirnya sampai saat ini belum bisa dibuka, sekarang dalam proses pemulihan.”
Komitmen Prilly ke Depan
Mengakhiri klarifikasinya, Prilly menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan masukan yang diberikan publik, serta berkomitmen untuk lebih berhati-hati dalam menjalankan kerja sama di masa depan sehingga membawa dampak positif bagi masyarakat luas.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti Sekarang



You must be logged in to post a comment Login